Brigif PR/17 Kostrad Terima Kunjungan Delegasi Jepang SOO JSDF

Jakarta, IDM - Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) PR 17/Sakti Budi Bakti Letkol Inf Krisna Pribudi menerima kunjungan Delegasi Jepang (SOO JSDF), Colonel Igarashi Masayasu, yang didampingi oleh Major Takagi Michio, Mrs. Yoshida Yui dan Bapak M. Febriansyah bertempat di Mabrigif PR 17/SBB/1 Kostrad, Cijantung Jakarta Timur, Senin (11/9/2023).
Dilansir keterangan resmi Penkostrad Rabu, (13/9) kegiatan kunjungan diawali dengan peninjauan Markas Brigif PR 17/Sakti Budi Bakti untuk melaksanakan interaksi dengan para Perwira dengan melihat lorong sejarah Brigif PR 17/Sakti Budi Bakti dan diakhiri pemberian Cinderamata ke Delagasi Jepang.
Baca Juga: Delapan Pati TNI AL Terima Brevet Kehormatan “Hiu Kencana” Kapal Selam
Pada kesempatan ini, Danbrigif PR 17/Sakti Budi Bakti menyampaikan ucapan selamat datang dan rasa bangga karena telah dikunjungi oleh Delegasi Jepang (SOO JSDF).
"Tujuan kunjungan tersebut adalah dalam rangka mempererat komunikasi antara TNI AD dan Jepang untuk meningkatkan profesionalitas keprajuritan melalui program latihan bersama TNI AD," kata Danbrigif PR 17/Sakti Budi Bakti. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































