HANKAM

Delapan Pati TNI AL Terima Brevet Kehormatan "Hiu Kencana" Kapal Selam

KSAL Laksamana Muhammad Ali
KSAL Laksamana Muhammad Ali menyematkan brevet kehormatan Hiu Kencana. (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menyematkan brevet kehormatan "Hiu Kencana" atau satuan kapal selam kepada delapan perwira tinggi TNI AL.

Penyematan brevet kehormatan Hiu Kencana tersebut dilaksanakan di KRI Alugoro-405 yang berlayar dari Surabaya menuju Selat Madura, Selasa (12/9) kemarin.

Delapan perwira tinggi TNI AL tersebut adalah Pangkoarmada RI Laksamana Madya Heru Kusmanto, Danpushidrosal Laksamana Madya Nurhidayat, Dankodiklatal Letjen (Mar) Suhartono, dan Pangkogabwilhan I Laksamana Madya Erwin S Aldedharma.

Baca Juga: Ini Respon TNI AD Terkait Usulan Rindam Jadi Tempat Rehabilitasi Narkoba

Kemudian, Wagub Lemhannas Laksamana Muda Maman Firmansyah, Pangkoarmada I Laksamana Muda Achmad Wibisono, Pangkoarmada II Laksamana Muda Yayan Sofiyan, dan Pangkoarmada III Laksamana Muda Rachmad Jayadi.

brevet kehormatan Hiu Kencana
(Foto: Dok. Dispenal)

"Pemberian brevet ini adalah penghormatan kepada orang yang telah berjasa memberikan kontribusi nyata dan pemikiran demi kemajuan satuan kapal selam," ujar Ali dikutip dari keterangan Dispenal, Rabu (13/9).

Prosesi diawali terlebih dahulu dengan melakukan persiapan penyelaman, briefing prosedur yang harus dipatuhi di kapal selam serta menyaksikan langsung bagaimana sebuah kapal selam beroperasi.

Baca Juga: KSAL: Puspenerbal Harus Jadi Kekuatan First Class Naval Action

"Di antaranya mendeteksi posisi kawan dan lawan melalui periskop serta mengoperasikan alat-alat yang ada di kapal selam seperti alat deteksi dan navigasi bawah air," jelas Ali.

Kapal selam TNI AL secara resmi dibentuk pada 12 September 1959, memiliki tradisi pengangkatan sebagai warga kehormatan kapal selam kepada yang berjasa dalam mendukung pembinaan kapal selam sebagai bagian Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT). (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.