Bolehkah Menyerang Kapal Rumah Sakit?

Jakarta, IDM - Sejak dahulu kapal rumah sakit berperan besar dalam menyelamatkan nyawa. Namun, apakah boleh menyerang kapal rumah sakit saat sedang perang?
Mengutip dari jurnal Analisis Yuridis Kapal Kesehatan (Bantu Rumah Sakit) Dalam Misi Kemanusiaan Masa Perang dan Damai, Endro Tri Susdarwono, 2019, kapal rumah sakit yang bertugas di sekitar area perang diperbolehkan untuk mengobati, merawat, dan memberikan pertolongan.
Baca Juga: Terangi Kegelapan, Kostrad Bangun 100 Solar Cell di Puncak Papua
Bantuan medis tersebut ditujukan kepada siapapun yang membutuhkan, tanpa terkecuali dari pihak atau negara manapun.
Sehingga di bawah hukum internasional, yakni dalam Konvensi Den Haag 1907 dan Konvensi Jenewa 1949 kapal rumah sakit tidak diperbolehkan untuk diserang ataupun dijadikan sandera.
Tetapi, kapal rumah sakit boleh digeledah dan diperiksa oleh pihak musuh untuk menangkap prajurit yang sudah dinyatakan sehat, sebagai tawanan perang. Selain itu, kapal rumah sakit juga dilarang menggunakan alat komunikasi yang terenskripsi dengan alasan transparansi.
Baca Juga: Insiden Bawean, Bukti Ketangguhan TNI AU dalam Menjaga Kedaulatan Udara Indonesia
Meskipun menyerang kapal rumah sakit dianggap sebagai kejahatan perang, tapi pernah tercatat kejadian kapal rumah sakit diserang, yakni pada saat perang dunia ke-2.
Saat itu, sebuah pesawat Kamikaze milik Jepang menyerang USS Comfort yang beroperasi sebagai kapal rumah sakit. Kejadian ini membuat enam perawat, empat dokter bedah, dan tujuh pasien tewas. (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































