HANKAM

Bertolak ke NTT dengan Pesawat A400M, Menhan Sjafrie Bawa 20,9 Ton Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa

Pesawat A400M
Personel TNI memasukan bantuan dengan total berat 20,9 ton ke dalam pesawat A400M untuk diberikan kepada masyarakat yang terkena dampak gempa bumi di NTT. (Foto: Dok. Infohan Kemhan)

Jakarta, IDM – Usai mengikuti acara peringatan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin langsung bertolak ke Nusa Tenggara Timur.

Kedatangan Menhan Sjafrie selain untuk meninjau langsung masyarakat yang terkena dampak bencana gempa bumi, juga sekaligus menyerahkan bantuan dari Kementerian Pertahanan RI.

Menhan berangkat menggunakan pesawat multi-role A400M milik TNI AU dari Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Bandara Komodo, Labuan Bajo bersama 20,9 ton bantuan kemanusiaan.

Baca Juga: Prajurit TNI Diminta Hormati Adat Istiadat dan Kearifan Lokal Papua

Adapun bantuan tersebut terdiri dari 25 set tenda, 484 velbed, 15 set Starlink, 700 paket makanan siap saji, 500 dus susu cair, 10 set solar cell, 35 kelambu lapangan, 101 matras, 1.480 selimut, dua unit alat pemurnian air reverse osmosis (RO), dan 18 koli obat-obatan.

Selain itu, bantuan lain yang turut dibawa adalah ribuan dus mie instan, bubur bayi, popok bayi, pembalut, hingga tenda dari Kementerian Kesehatan.

Sebelumnya, sejumlah bantuan juga telah diberangkatkan menuju Maumere dan Labuan Bajo, berupa makanan siap saji, tenda peleton, selimut, penjernih air, alat komunikasi HT, dan senter.

Menhan yang tiba di NTT langsung menuju wilayah Nagekeo yang berada di dekat episentrum gempa. Ia meninjau dan melihat langsung kondisi masyarakat, menerima laporan kebutuhan yang mendesak, serta memastikan dukungan TNI dan bantuan pemerintah dapat terjangkau ke daerah terdampak secara efisien dan tepat sasaran.

Untuk itu, ia menekankan pentingnya kecepatan, koordinasi, dan keberlanjutan dukungan bagi masyarakat.

Baca Juga: Kakatua hingga Nuri Ditinggal Pemilik di Kapal, Diselamatkan TNI AL

“Pengerahan pesawat angkut, helikopter, unsur laut, fasilitas kesehatan lapangan, serta dukungan komunikasi dan logistik TNI diarahkan untuk membantu pemerintah menjangkau daerah yang sulit diakses dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi selama masa tanggap darurat,” kata Menhan Sjafrie.

Saat ini, TNI telah mengerahkan personel dan berbagai kemampuan pendukung di sejumlah wilayah terdampak di Flores. Dukungan tersebut meliputi operasi pencarian dan evakuasi, pelayanan kesehatan, pendirian tenda dan dapur lapangan, pembukaan akses, hingga distribusi logistik menggunakan jalur darat, laut, dan udara.

Kedatangan Menhan Sjafrie di NTT menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan percepatan respons darurat serta mengoptimalkan peran TNI dalam mendukung BNPB, Basarnas, pemerintah daerah, Polri, dan seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.