Bertolak dari NTB, KRI Semarang-594 Lanjut Pelayaran Kartika Jala Krida 2025

Jakarta, IDM – KRI Semarang-594 bertolak dari Pelabuhan Gilimas, Mataram, pada Rabu (20/8), untuk melanjutkan etape pelayaran muhibah dan diplomasi Kartika Jala Krida (KJK) 2025 ke Bitung.
Satuan Tugas (Satgas) KJK 2025 dilepas secara resmi oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Indah Dhamayanti Putri, bersama jajaran Forkopimda Provinsi NTB. Adapun, KRI Semarang-594 mengangkut 116 personel, terdiri dari 8 staf pendukung, 105 Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Tingkat III dari Korps Teknik, Elektro, dan Suplai.
Baca Juga: Enam Jabatan Strategis di Kopassus Dirombak Pascavalidasi Organisasi
"Keberangkatan Satgas KJK 2025 ini menjadi bagian dari pelayaran muhibah diplomasi sekaligus latihan praktek taruna, yang diharapkan memperkuat wawasan maritim dan mempererat hubungan dengan masyarakat di daerah tujuan," tulis Dispen Koarmada I melansir keterangan resminya, Kamis (21/8).
Sebelumnya, KRI Semarang-594 sandar di Pelabuhan Gilimas pada Sabtu (16/8). Selama sandar, para Taruna AAL Angkatan ke-72 melaksanakan berbagai kegiatan termasuk mengikuti Upacara Pengibaran dan Penurunan Bendera 17 Agustus dan pawai budaya.
Baca Juga: Super Garuda Shield 2025: Marinir Pastikan Ranpur Amfibi hingga Roket Siap Tempur
Dijadwalkan untuk berlayar selama kurang lebih satu bulan, para taruna diharapkan dapat mempraktikkan semua pelajaran dan teori yang telah diperoleh dalam kondisi nyata di laut. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































