HANKAM

Bertemu Panglima Koopsudnas, KSAU Bahas Alih Kodal

Bertemu Panglima Koopsudnas, KSAU Bahas Alih Kodal
(Dok Dispenau)

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengunjungi Makoopsudnas, Halim Perdanakusuma, Rabu, (16/22).

Dalam kunjungannya kali ini, Kasau bertatap muka dengan pejabat utama Koopsudnas guna membahas tetang alih komando dan pengendalian (Kodal) dari Mabes TNI AU kepada Komando Operasi Udara Nasional (Koopsudnas).

Pada kesempatan ini, Kasau menyampaikan bahwa, “Saat ini sudah terbentuk Koopsudnas sebagai kendali operasi udara rutin dan pengaturan udara penerbangan. Sehingga Koopsudnas memiliki kewenangan jaringan komando hingga satuan paling bawah, yakni Skadron Udara”, ujar Kasau.

Dalam hal ini, Kasau menambahkan, “Bahwa pelaksaan latihan operasi pada tingkat Kotama dapat dilaksanakan dengan model operasi yang berbeda. Sebagai contoh, Koopsud I melaksanakan latihan operasi udara, Koopsud II melaksanakan latihan penanggulangan bencana alam, Koopsud III seperti latihan menanggulangi acaman dari berbagai sektor”, tegas Kasau. (Gin)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.