HANKAM

Bertemu Pangdam Cendrawasih, Eks Panglima OPM Serahkan 6 Pucuk Senjata dan Munisi

Organisasi Papua Merdeka (OPM), Lambert Pekikir
Mantan panglima tinggi Organisasi Papua Merdeka (OPM), Lambert Pekikir menyerahkan enam puncuk senjata api dan munisi kepada Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa. (Foto: Instagram @infokomando.official)

Jakarta, IDM - Memperingati hari kembalinya Papua Barat ke NKRI tanggal 1 Mei 2023, mantan panglima tinggi Organisasi Papua Merdeka (OPM), Lambert Pekikir menyerahkan enam puncuk senjata api dan munisi kepada Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa.

Penyerahan ini dilakukan saat peresmian tugu Pancasila di Distrik Waris yang dulunya merupakan markas Organisasi Papua Merdeka (OPM).

"Senjata api dan amunisi ini kami serahkan ke TNI sebagai bukti bahwa saat ini sudah tidak ada lagi aksi kekerasan di Keerom. Saya harap generasi muda saat ini tidak lagi mengangkat senjata dan melakukan aksi kekerasan, tapi mari bersatu untuk membangun Keerom dan Papua agar kita orang Papua bisa maju dan Sejahtera,” kata Lambert Pekikir seperti dikutip dari Antara, Selasa (2/5).

Baca Juga: Begini Cara Batalyon Intai Amfibi 1 Marinir Cek Kesiapan Operasional

Sementara itu Pangdam Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa saat meresmikan tugu Pancasila mengatakan momen ini adalah pada tanggal 1 Mei 1963 para leluhur kami bersatu membela kebebasan dari penjajah sehingga pesan dari leluhur harus tetap dilanjutkan dengan tetap menjaga Papua dalam bingkai NKRI.

Dengan adanya tugu Pancasila ini, Saleh berharap semua masyarakat Papua dapat terus bersama-sama dengan pemerintah daerah membangun Tanah Papua.

“Mari kita rawat dan jaga bersama agar situasi yang ada di Papua, khususnya di Kabupaten Keerom saat ini ke depan akan menjadi lebih baik yang diawali dengan berdirinya tugu Pancasila yang telah ada," ujar Saleh.

Baca Juga: Selesaikan Misi Kemanusiaan, TNI AU Berhasil Mengevakuasi 344 WNI dan 15 WNA dari Sudan

Berikut 6 jenis senjata api yang diserahkan ke Pangdam:

  1. 1 pucuk pistol FN-46 buatan Belgia berikut 8 butir amunisi kaliber 9 mm dan 1 buah magazen.
  2. 1 pucuk pistol walther buat Jerman dengan 6 butir amunisi kaliber 9 mm dan 1 buah magazen.
  3. 1 pucuk senapan M1 caribne kaliber 8 mm buatan USA dan 4 buah magazen serta 236 amunisinya.
  4. 1 pucuk senapan winchester magnum blbolt model 700 buatan USA dengan 1 buah magazen dan 3 butir amunisi kaliber 3 mm dan 2 buah peredam laras pendek dan panjang.
  5. 1 pucuk senapan M1 caribne kaliber 8 mm buatan USA dengan 2 buah magazen dan amunisi 18 butir.
  6. 1 pucuk senapan M1 caribne kaliber 8 mm buatan USA dengan 1 buah magazen dan amunisi 8 butir. (rr)
PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.