Bertemu dengan Menteri Luar Negeri, Sjafrie Sjamsoeddin: Sinergi dan Kolaborasi adalah Kunci Keberhasilan

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, resmi menjalankan tugas sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polkam) ad interim.
Dalam kapasitas barunya, Sjafrie melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Luar Negeri dan bertemu langsung dengan Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, pada Kamis (11/9).
Kunjungan tersebut bertujuan mempererat koordinasi lintas kementerian dan lembaga di bawah naungan Kemenko Polkam. Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Sjafrie menegaskan pentingnya membangun hubungan kerja yang solid antar institusi demi mendukung stabilitas politik luar negeri, pertahanan, dan keamanan nasional.
Baca Juga: Kemhan Pastikan Rencana Akuisisi Kapal Induk Italia Masih Dikaji TNI AL
“Sinergi dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar politik luar negeri, pertahanan, dan keamanan nasional berjalan selaras demi kepentingan bangsa dan negara,” tulis Sjafrie.
Penunjukan Sjafrie sebagai Menko Polkam ad interim dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam pernyataan sebelumnya, Sjafrie mengungkapkan bahwa dirinya menerima arahan khusus untuk melanjutkan tugas pokok Kemenko Polkam serta diberi kewenangan mengambil langkah-langkah strategis yang efisien dan efektif.
“Saya diberi kewenangan untuk mengambil langkah-langkah yang efisien dan efektif agar seluruh pekerjaan berjalan lancar,” ujar Sjafrie dalam konferensi pers pada Selasa (9/9).
Baca Juga: KSAD: TNI AD Tetap Lakukan Patroli Walaupun Kondisi Sudah Kondusif
Sebagai bagian dari langkah awal, Sjafrie telah memberikan pengarahan terkait revitalisasi organisasi di lingkungan Kemenko Polkam. Ia menekankan pentingnya disiplin, efektivitas, dan efisiensi dalam pelaksanaan tugas-tugas kementerian.
Sjafrie juga menyampaikan apresiasi kepada pejabat sebelumnya, Budi Gunawan, atas dedikasi dan kontribusinya selama menjabat sebagai Menko Polkam. Ia turut mengucapkan terima kasih kepada seluruh staf khusus yang telah mendukung kelancaran tugas-tugas kementerian.
“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada semua staf khusus yang telah memberikan tenaga, pikiran, dan waktunya untuk mendukung Menko Polkam,” ucapnya.
Dalam arahannya, Sjafrie berharap agar Kemenko Polkam dapat menjadi institusi yang solid dan responsif terhadap dinamika nasional.
Baca Juga: TNI AL dan Vietnam Sepakati Patroli Terkoordinasi di Laut Cina Selatan
Ia juga menekankan pentingnya penyelesaian masalah secara internal, namun tidak menutup kemungkinan intervensi koordinatif jika diperlukan.
“Jika ada hal-hal yang memerlukan jembatan koordinasi dan sinkronisasi antar kementerian dan lembaga, maka Kemenko Polkam akan menjalankan peran tersebut dengan mengikuti perkembangan yang ada,” pungkasnya.
Penunjukan Sjafrie sebagai Menko Polkam ad interim akan berlangsung hingga Presiden Prabowo menetapkan pejabat definitif untuk posisi tersebut. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































