Bersama Kemhan, Dankoopkasel Kunjungi Submarine Manufacturing and Product di Inggris

Jakarta, IDM - Delegasi Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan TNI AL melaksanakan kunjungan kerja ke fasilitas produksi Submarine Manufacturing and Product (SMP Ltd) di Lancashire, Inggris, Rabu (15/3).
Delegasi Kemhan diwakili Brigjen TNI Jimmy Alexander Adirman sebagai ketua tim dan TNI AL oleh Komandan Komando Operasi Kapal Selam (Dankoopskasel) Koarmada RI Laksamana Pertama TNI Indra Agus Wijaya.
Kunjungan ke Submarine Manufacturing and Product ini adalah pendalaman dan validasi submarine rescue vehicle system, termasuk perencanaan kebutuhan alat peralatan pertahanan dan keamanan untuk pertahanan negara di lingkungan Kemhan dan TNI.
Selama di fasilitas produksi Submarine Manufacturing and Product, delegasi Kemhan dan TNI AL diterima Managing Director SMP Ltd Ben Sharples dan CEO Houlder Ltd Simon Harris.
Baca Juga: Pertajam Insting Tempur, Prajurit Yonko 464 Kopasgat Gelar Latihan Menembak Malam
Selain itu, dalam kunjungan tersebut juga dilaksanakan diskusi teknis yang disampaikan oleh personel Submarine Manufacturing and Product serta diakhiri dengan penukaran cinderamata dari masing-masing pihak. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































