Berlabel Baret Merah, Ary Sabdono Jadi Prajurit Terbaik TNI AD di HUT Infanteri

Jakarta, IDM - Berasal dari Batalyon 11 Grup 1 Kopassus, Lettu Inf Ary Sabdono Putra terpilih menjadi Prajurit Berprestasi Angkatan Darat dalam rangka HUT Infanteri Tahun 2024.
Keberhasilan Ary ini diketahui lewat unggahan instagram resmi Penerangan Kopassus, @penkopassus, Jumat, (11/10).
Baca Juga: Kronologi Serangan Israel yang Buat Dua Prajurit TNI di UNIFIL Terluka
"Prajurit Kopassus Menjadi Prajurit Berprestasi TNI AD Dalam Rangka HUT Infanteri Tahun 2024 Lettu Inf Ary Sabdono Putra dari Batalyon 11 Grup 1 Kopassus terpilih menjadi Prajurit Berprestasi Angkatan Darat dalam rangka HUT Infanteri Tahun 2024," tulis Penkopassus.
Dijelaskan bahwa salah satu prestasi dari Perwira Abit Komando 104 ini adalah berhasil dalam penugasan Damai Cartenz, akhir tahun 2023.
Baca Juga: Indonesia Kecam Serangan Israel yang Melukai Dua Prajurit TNI di UNIFIL
"Dengan prestasi ini, semakin menambah daftar tinta emas prajurit Kopassus baik dalam setiap penugasan, maupun prestasi lain dibidangnya, Komando," tulis Penkopassus. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































