HANKAM

Berkunjung ke Italia, KSAL Sepakat Kerja Sama Berbagai Bidang, Termasuk FREMM?

KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali dan KSAL Italia Enrico Credendino
KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali dan KSAL Italia Enrico Credendino, sepakat meningkatkan sejumlah kerja sama Angkatan Laut Indonesia-Italia. (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, berkunjung ke Italia untuk melakukan kerja sama di berbagai bidang, termasuk dengan Angkatan Laut Italia, Roma, Jumat (5/5).

Ali dan KSAL Italia Laksamana Enrico Credendino menghasilkan sejumlah kesepakatan peningkatan kerja sama antara kedua angkatan laut tersebut, seperti pendidikan dan latihan, pertukaran personel serta kunjungan kapal perang.

Menyoal kapal perang, dalam keterangan Dispenal yang dikutip pada Senin (8/5), tidak dijelaskan secara rinci mengenai hal tersebut. Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) pada tahun lalu menandatangani kerja sama dengan perusahaan pembuat kapal asal Italia, Fincantieri.

Baca Juga: Kodam XI/Udayana Rekrut 500 Putra Bali dan Nusra Jadi Komcad Matra Darat

Dalam kerja sama itu, Fincantieri rencananya menyuplai enam fregat kelas FREMM dan dua fregat bekas kelas Maestrale.

KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali dan KSAL Italia Enrico Credendino
(Foto: Dok. Dispenal)

"Fincantieri akan menjadi kontraktor utama untuk keseluruhan program," demikian informasi dari laman Fincantieri. Kendati demikian, proses pembelian enam unit fregat FREMM tersebut sampai saat ini belum menemukan titik terang.

Dilansir dari situs Naval Technology, panjang fregat FREMM ini sekitar 140 meter dan lebar 20 meter, dilengkapi sistem rudal SAAM Aster 15 sebagai pertahanan udara serta rudal antikapal Teseo Mk2 yang dipasok MBDA, menggunakan panduan inersia dengan kendali dan memiliki jangkauan hingga 55 km.

Baca Juga: KSAD Turun Langsung Cek Kesiapan Yonif 433/JS/3/Kostrad Tugas ke Papua

Selain itu, dua sistem peluncuran vertikal DCNS Sylver A43 juga dipasang di setiap kapal. Fregat juga FREMM dilengkapi sistem senjata antikapal selam Milas buatan MBDA. Senjata tersebut bisa membawa dan melepaskan torpedo ringan, seperti MU-90 pada targetnya.

Selanjutnya, suite sonar kapal mencakup Sonar Thales Type 4110 yang dipasang di lambung kapal. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.