Berbaret Jingga Korpasgat, 424 Prajurit Remaja Resmi jadi Bagian Pasukan Elite TNI AU

Jakarta, IDM – Sebanyak 424 prajurit remaja resmi berbaret jingga dan menjadi bagian dari pasukan elite TNI Angkatan Udara (TNI AU), yakni Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat).
Untuk bisa sampai di titik membanggakan ini bukanlah hal yang mudah. Mereka harus menjalani serangkaian materi pendidikan Komando Korpasgat angkatan ke-49 yang dimulai sejak Januari 2026. Pendidikan tersebut dirancang untuk membentuk karakter prajurit dengan fisik tangguh, mental baja, dan daya juang yang tinggi.
Baca Juga: Letkol Laut (P) Firman Cahyadi, Perwira TNI AL Lulusan Rusia kini Jabat Komandan KRI Ahmad Yani-351
Sebagai puncak rangkaian pendidikan, ratusan prajurit remaja yang terdiri dari perwira, bintara, dan tamtama itu kemudian mengikuti tradisi pembaretan yang digelar di Pantai Santolo, Garut, Kamis (25/6). Prosesi tersebut dipimpin langsung oleh Panglima Korpasgat Marsdya TNI Deny Muis.

Dalam amanatnya, Deny menegaskan bahwa baret jingga yang disematkan bukan sekadar simbol kebanggaan, melainkan amanah yang harus dijaga dengan penuh rasa tanggung jawab, dedikasi, serta loyalitas kepada TNI Angkatan Udara, bangsa dan negara.
Baca Juga: Eks Komandan KRI SIM-367 di Lebanon Kini Pimpin Kapal Perang Baru KRI Brawijaya-320
“Jadilah prajurit Komando Korpasgat yang tangguh, disiplin, berkarakter, dan mampu menjadi teladan di lingkungan satuan maupun masyarakat. Pertahankan semangat juang yang telah ditempa selama pendidikan sebagai bekal dalam menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan,” tegas Panglima Korpasgat.
Penerangan Korpasgat melalui unggahan Instagram @korpasgat_tniau, yang dikutip Jumat (26/6) menjelaskan, selain menerima baret jingga, para prajurit juga memperoleh brevet Komando sebagai simbol resmi bergabungnya mereka ke dalam bagian keluar besar Korpasgat. Pada kesempatan yang sama, Letda Pas Muhammad Zaki Rahman dari Satuan Yon Parako 464 Pasgat berhasil meraih predikat lulusan terbaik.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































