Belasan Senjata Api Disita Hasil Operasi Satgas Pamtas RI-RDTL Yonarhanud 15/DBY

Jakarta, IDM – Sebanyak 19 senjata api (senpi) diserahkan secara simbolis Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI M. Andhy Kusuma kepada Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Hendro Cahyono di Makorem 161/Wira Sakti Kupang beberapa waktu lalu.
Dilansir dari keterangan Penyonarhanud 15, Jumat (12/9) senpi ini adalah hasil sitaan dari operasi Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonarhanud 15/DBY saat bertugas periode September 2024 hingga September 2025.
Baca Juga: KRI Halasan-630 di Selat Singapura Berhasil Intersepsi Kapal Gelap Kobe Pioneer
Dijelaskan 19 senpi ini non-standar jenis Springfield hasil penyerahan masyarakat. Rincian tersebut meliputi dua pucuk dari Mako Satgas, tujuh pucuk dari jajaran SSK I, lima pucuk dari SSK II, serta lima pucuk dari SSK III.
Kasdam IV/Diponegoro pada kesempatan tersebut mengapresiasi seluruh prajurit Satgas atas dedikasi dan loyalitas yang telah ditunjukkan. Menurutnya, senjata yang diserahkan masyarakat tidak hanya simbol keberhasilan operasi, tetapi juga wujud kedekatan emosional rakyat dengan TNI dalam menjaga keamanan di wilayah perbatasan.
Baca Juga: Denma Brigif 18 Kostrad Gelar Latihan Jungar Statik dan Terjun Bebas Militer
Sementara itu Kapendam IV/Diponegoro Kolonel Inf Andy Soelistyo menambahkan bahwa keberhasilan ini mencerminkan sinergi erat antara TNI dan masyarakat. Ia menegaskan, penyerahan senjata oleh masyarakat merupakan bentuk kepercayaan bahwa TNI selalu hadir di tengah rakyat untuk menjaga stabilitas dan kedamaian perbatasan. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































