HANKAM

Begini Skenario KRI Pulau Fani-731 Lumpuhkan Ranjau di Perairan Bintan

KRI Pulau Fani-731
KRI Pulau Fani-731 dalam latihan bersama Joint Minex Pandu-26 bersama Angkatan Laut Singapura di Perairan Bintan, sejak 25 Maret hingga 1 April. (Foto: Dok. Koarmada II)

Jakarta, IDM – KRI Pulau Fani-731 baru saja menuntaskan misi perburuan ranjau di perairan timur Pulau Bintan hingga Batam. Dalam latihan bersama bertajuk Joint Minex Pandu (JMP)-26, kapal pemburu ranjau andalan TNI AL ini beradu taktik dengan Angkatan Laut Singapura untuk menyapu bersih ancaman bawah laut.

Latihan yang berlangsung sejak 25 Maret hingga 1 April ini bukan sekadar konvoi di laut. KRI Pulau Fani-731 langsung diuji dengan skenario exploratory hunting atau pencarian jejak ranjau, di mana kru kapal harus mendeteksi objek berbahaya menggunakan teknologi sonar mutakhir.

Saat memasuki fase latihan di laut lepas (sea phase), suasana simulasi memanas. Begitu radar pendeteksi suara atau sonar menangkap sinyal mencurigakan, kapal tidak langsung mendekat untuk menjaga jarak aman.

Baca Juga: Armada Rusia Kunjungi Jakarta, Dubes: Upaya Pererat Hubungan Bilateral

Mereka menerjunkan Remotely Operated Vehicle (ROV), yakni sebuah robot bawah air yang dikendalikan dengan remote control dari pusat kendali kapal. Robot ini bertugas mengintai dan memastikan jenis ranjau secara presisi sebelum akhirnya dihancurkan melalui prosedur underwater live firing atau peledakan ranjau di bawah air.

Operasi ini juga melibatkan pasukan elite dari Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) yang mengawal skenario penyelaman, memastikan koordinasi antarunit berjalan mulus saat menghadapi teknologi ranjau laut modern.

Uji Nyali dan Ketangkasan Prajurit

Selama di laut, prajurit tidak dibiarkan santai. Mereka melahap berbagai menu latihan teknis, mulai dari olah gerak kapal, menembak sasaran, hingga komunikasi cepat menggunakan bendera isyarat.

Semua rangkaian ini dirancang untuk menguji seberapa cepat respons kru saat kapal dalam posisi tempur yang sebenarnya. Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada II Kolonel Laut (P) Antonius Februar menjelaskan, intensitas latihan yang padat sengaja dibuat untuk mengasah insting prajurit di lapangan.

Baca Juga: Kemhan Teken Kontrak 12 Pesawat PC-24, Dukung Pelatihan Penerbang Angkut TNI AU

"Semua tahapan, mulai dari latihan komunikasi lampu kilat hingga manuver taktis, dilakukan untuk memastikan kesiapan operasional tetap di level tertinggi. Ini soal ketangkasan di situasi darurat," ujar Antonius, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Rabu (1/4).

Puncak latihan ditutup dengan photo exercise, sebuah sesi formasi kapal di tengah laut untuk dokumentasi bersama sebagai simbol kekompakan kekuatan laut kedua negara. Bagi Indonesia, keterlibatan kapal canggih seperti KRI Pulau Fani-731 adalah pesan diplomasi yang kuat di kawasan.

Pangkoarmada II Laksamana Muda I Gung Putu Alit Jaya menegaskan bahwa profesionalisme ini adalah kontribusi nyata Indonesia dalam menjaga stabilitas keamanan laut regional. Setelah rangkaian manuver selesai, seluruh delegasi berkumpul kembali di Batam untuk melakukan evaluasi akhir dan kunjungan kehormatan untuk mempererat persahabatan kedua negara.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.