Begini Cara Lapor ke TNI AD Jika Ada Indikasi Prajurit Tidak Netral

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meminta masyarakat untuk dapat melapor langsung ke TNI AD jika mendapati indikasi ketidaknetralan prajurit TNI dalam kontestasi Pemilu 2024.
Ia mengatakan masyarakat dapat melaporkan melalui prosedur yang telah ditetapkan dengan disertai bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Baca Juga: KSAL Ingin KRI Diponegoro-365 di Lebanon Lampaui Prestasi Kinerja KRI Frans Kaisiepo-368
“Kan sebetulnya sudah berulang kali kita disampaikan. Bila ada hal-hal yang perlu ditindaklanjuti (terkait ketidaknetralan prajurit) dilaporkan. Kan sudah ada prosedurnya," kata KSAD kepada wartawan usai mengikuti perayaan Natal Bersama Keluarga Besar TNI AD di Balai Kartini, Jakarta, Senin (5/2/2024).
Lanjutnya bahwa kalau memang dianggap laporan ini membutuhkan waktu dan sebagainya bisa langsung melaporkan kepada dirinya maupun Kepala Dinas Penerangan (Kadispenad) atau yang berwenang.
Baca Juga: KSAU Dianugerahi Penghargaan Kehormatan dari Pemerintah Australia
"Mungkin bisa hubungi langsung ke saya, atau pejabat-pejabat (TNI), dan Kadispenad. Kan teman-teman media punya nomor telepon Kadispenad,“ kata KSAD.
Ia menegaskan TNI AD akan menindaklanjuti laporan yang masuk, serta akan menindak tegas prajurit TNI AD yang terbukti melanggar arahan pimpinan TNI terkait netralitas TNI. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































