Begini Cara Batalyon Intai Amfibi 1 Marinir Cek Kesiapan Operasional

Jakarta, IDM - Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) 1 Marinir melaksanakan kegiatan pengecekan kesiapan seluruh unsur yang tergelar di lapangan Nico Nender Ksatrian Baroto Sardadi, Marunda, Jakarta, Selasa (2/5).
Dikutip dari keterangan Dispen Kormar, kegiatan diawali apel pagi dengan perlengkapan lengkap full gear, dilanjutkan pemeriksaan isi dalam ransel sesuai norma yang ditentukan.
Baca Juga: Lantamal VIII Manado Jadi Tuan Rumah Pembukaan Corpat Philindo 2023
Kemudian, pemeriksaan juga meliput perlengkapan yang digunakan, senjata perorangan laras panjang maupun laras pendek.
Lalu, pemeriksaan turut dilakukan terhadap kendaraan pendukung administrasi maupun khusus taktis serta sarana pendukung dalam kegiatan persiapan operasional lingkup Yontaifib 1 Marinir.
Setelah pemeriksaan, kegiatan dilanjutkan dengan ketahanan mars (hanmars) sejauh tujuh kilometer dengan formasi terbagi beberapa tim dalam pelaksanaan pemberangkatan.
Baca Juga: Untuk Pertama Kalinya Pangdam Jaya Kumpulkan 1700 Prajurit Secara Serentak, Ada Apa?
Komandan Yontairib 1 Marinir Mayor (Mar) Laili Nugroho, menyampaikan kesiapan operasional sangat dibutuhkan.
"Hal ini bertujuan mngetahui seberapa cepat satuan tempur dapat diproyeksikan ke medan penugasan tanpa mengurangi kelengkapan tempurnya," ungkapnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































