Bawa Misi Kemanusiaan, KRI Wahidin TNI AL Berlayar dari Papua ke Vanuatu

Jakarta, IDM – Kapal bantu rumah sakit TNI AL KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 bertolak dari Sorong, Papua Barat Daya, Senin (21/9), menuju Pasifik Selatan. Pelayaran ini membawa satuan tugas Port Visit 2026 dalam misi diplomasi kemanusiaan ke Vanuatu, Fiji, Kepulauan Solomon, dan Papua Nugini.
Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) III Laksda TNI Dato Rusman SN melepas langsung keberangkatan kapal penolong tersebut. Sorong menjadi lokasi singgah pertama kapal perang ini setelah menempuh tujuh hari pelayaran dari Jakarta sebelum menerobos Samudra Pasifik.
Pelayaran diplomasi maritim ini mengukir sejarah baru karena memboyong 318 personel gabungan lintas instansi. Rombongan terdiri atas 247 prajurit TNI AL, 21 prajurit TNI AD, 15 prajurit TNI AU, serta 4 anggota Polri. Satgas ini juga mengangkut 31 personel dari Kemenko Polkam, Kemenhan, Kemenkes, Kemendikti, dosen, relawan pendeta, jurnalis, hingga mahasiswa. Sebelum menuju Sorong, Menteri Koordinator Polkam Djamari Chaniago lebih dulu melepas rombongan di Tanjung Priok, Jakarta, pertengahan September lalu.
Saat bersandar di Sorong, seluruh personel mendapat pengarahan serta suntikan motivasi dari pakar komunikasi Aqua Dwipayana. Petugas juga menaikkan bahan logistik tambahan dan memboyong personel pelengkap untuk memperkuat kesiapan kapal.
Dato menegaskan pelayaran KRI Wahidin menjadi bukti nyata kehadiran Indonesia dalam membangun stabilitas dan perdamaian di Pasifik Selatan.
"Port Visit 2026 merupakan momentum strategis untuk memperkuat hubungan Indonesia dengan negara-negara sahabat di kawasan Pasifik Selatan melalui misi kemanusiaan dan berkomitmen membangun kerja sama yang konstruktif," kata Dato, dikutip dari keterangan Dispenal, Selasa (22/9).
Baca Juga: TNI AL Tangkap Kapal Penyelundup 407 Ton Solar di Semarang
Di setiap negara tujuan, tim gabungan ini bakal menggelar pengobatan gratis, membagikan obat-obatan serta lampu hemat energi (solardrive), menyalurkan alat sekolah, hingga menampilkan pentas seni Reog Ponorogo. Saat rute jalan pulang, KRI Wahidin juga bakal mampir ke Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, buat memberikan pelayanan kesehatan serupa bagi warga pesisir.
Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol Hengki Haryadi bersama deretan pimpinan daerah ikut hadir dalam acara pelepasan tersebut untuk memberikan dukungan penuh pada agenda diplomasi pemerintah.
Komandan Satgas Kolonel Laut (P) Benedictus Hery Murwanto memimpin langsung pergerakan KRI Wahidin mengarungi Samudra Pasifik selama 60 hari. Kapal perang rumah sakit ini dijadwalkan merampungkan seluruh misi Pasifik Selatan dan kembali ke Indonesia pada 12 November 2026.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































