Batalyon Arhanud 1 dan Pemkot Tangsel Evakuasi Warga Terdampak Banjir Cisadane

Jakarta, IDM – Batalyon Arhanud 1 bersama batalyon Kavaleri 9 dan tim BPBD mengevakuasi warga kawasan Warung Lengkong yang terdampak banjir akibat luapan Sungai Cisadane hingga ketinggian dua meter.
Komandan batalyon Arhanud 1 Kostrad, Letkol Arh Roma Laksana Yudha menyampaikan bahwa timnya segera menerjunkan personel dengan perahu karet untuk menyelamatkan warga dan mengamankan area terdampak.
Baca Juga: Operasi Trisila 2025, KRI Bontang-907 Singgah di Dumai
“Prioritas utama kami adalah mengevakuasi warga ke tempat aman dan memastikan tidak ada bahaya akibat aliran listrik,” ujarnya.
Dalam rilis yang diterima pada Rabu (5/3), bantuan mulai tiba sejak pukul 04.35 WIB dengan 20 personel gabungan dari TNI dan BPBD dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi.
Baca Juga: Bantu Korban Banjir Bekasi, Yonif 202/Tajimalela Terjunkan Ratusan Personel
Banjir yang berlangsung sekitar empat jam ini menyisakan lumpur tebal yang menghambat aktivitas warga. Hingga Senin pagi (5/3), tim gabungan bersama masyarakat masih melakukan upaya pembersihan. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































