Bantu Operasional Satuan, KSAU Serahkan 78 Unit Bantuan Kendaraan Dinas

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menyerahkan bantuan 78 kendaraan dinas (Randis) di Skadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Kamis (6/4).
Puluhan Randis tersebut diberikan untuk membantu operasional satuan jajaran TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan secara simbolis diserahkan oleh KSAU kepada Komandan Wing Taruna (Danwingtar), Komandan Lanud M. Bun Yamin, Komandan Skadron Udara 17, dan Komandan Skadron Teknik 021.

Dalam sambutannya, Fadjar berpesan agar setiap personel yang akan menggunakan kendaraan dinas ini dapat menggunakan serta merawat dengan sebaik-baiknya.
Baca Juga: TNI AL Siapkan Satu KRI untuk Pemudik Motor jika Dibutuhkan
Dikutip dari keterangan TNI AU dalam akun Instagram @militer.udara, Jumat (7/4), bantuan kendaraan dinas yang diserahkan meliputi 2 unit sedan 1.800 cc, 11 unit SUV 1.898 cc, 24 unit mini bus, 38 unit mobil Jeep 1.500cc, dan 3 unit kendaraan pemadam kebakaran. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































