HANKAM

Bantu Korban Bencana Alam di Cianjur, Lanud Husein Sastranegara Kirim Satgas Cepat Tanggap

Lanud Husein Sastranegara
Satuan tugas Cepat Tanggap yang dikerahkan oleh Lanud Husein Sastranegara untuk membantu korban terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Cianjur. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Jakarta, IDM – Lanud Husein Sastranegara mengerahkan personelnya yang tergabung di dalam satuan tugas (Satgas) Cepat Tanggap untuk membantu korban terdampak bencana alam berupa banjir serta tanah longsor di Cianjur.

Satgas tersebut ditugaskan di Desa Kadupandak, Cianjur, Jawa Barat, Rabu (4/12). Selama bertugas, mereka tidak hanya akan fokus pada evakuasi dan pemberian bantuan, namun, anggota Satgas Cepat Tanggap juga akan memberikan dukungan psikologis kepada para korban.

Baca Juga: Bahas Penguatan Pengamanan Laut, Kepala Bakamla Temui Menteri Pertahanan

Komandan Lanud Husein Sastranegara Kolonel Pnb Alfian mengatakan, kehadiran Satgas Cepat Tanggap di Cianjur merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap sesama, sekaligus respons sigap terhadap instruksi pimpinan.

Lanud Husein Sastranegara
(Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

"Banjir dan tanah longsor di Kabupaten Cianjur telah menyebabkan kerugian material dan korban jiwa. Sebagai bagian dari masyarakat, kami merasa berkewajiban untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita di sana," jelas Alfian dikutip dari keterangan foto di instagram @militer.udara, Kamis (5/12).

Baca Juga: Satgas Zeni Tempur Bangun Gudang Logistik di Papua, Progres 85 Persen

Di sisi lain, keterlibatan Satgas Cepat Tanggap dalam penanggulangan bencana telah membuktikan bahwa TNI Angkatan Udara (TNI AU) tidak hanya kuat dalam menjaga kedaulatan NKRI, namun memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

"Mereka (Satgas) juga berinteraksi dengan masyarakat, mendengarkan cerita dan keluh kesah mereka, serta memberikan semangat agar bisa bangkit kembali," pungkas Danlanud Huseim Sastranegara. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.