HANKAM

Bantah Kawal Seismik, Koarmada III: KRI Gulamah di Fakfak Murni Berlindung Cuaca Buruk

KRI Gulamah-869
KRI Gulamah-869. (Foto: Dok. Kodaeral IX)

Jakarta, IDM – Komando Armada (Koarmada) III langsung merespons kehebohan warga Kampung Arguni, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, perihal kemunculan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Gulamah-869. Pihak TNI AL menegaskan kehadiran kapal perang tersebut tidak memiliki kaitan apapun dengan aktivitas survei seismik yang tengah menjadi sorotan warga.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada III Kolonel Laut (P) Slamet Ariyadi, meluruskan spekulasi yang berkembang liar di masyarakat. Ia memastikan KRI Gulamah-869 singgah di perairan tersebut semata-mata karena alasan teknis keselamatan.

Baca Juga: Kolaborasi Kodam Jaya dengan DLH DKI Jakarta Kumpulkan 5, 5 Ton Limbah Elektronik

Berlindung dari Cuaca Buruk

Slamet menjelaskan alasan utama mengapa kapal perang tersebut menurunkan jangkar di depan Kampung Arguni. Kru kapal mengambil keputusan tersebut karena menghadapi kendala alam.

"KRI Gulamah-869 berada di perairan Teluk Arguni Fakfak murni untuk berlindung dari kondisi cuaca buruk di laut," tegas Slamet dalam keterangan tertulisnya, dikutip Senin (16/2).

Ia menambahkan, komandan kapal mengambil langkah tersebut berdasarkan pertimbangan keselamatan pelayaran. Setelah situasi kondusif, kapal pun langsung bergeser dari lokasi.

"KRI Gulamah-869 melanjutkan pelayaran dan kembali melaksanakan tugas sesuai rencana operasi begitu kondisi cuaca membaik," lanjutnya.

Baca Juga: Pasukan Perdamaian Indonesia Masuk Gaza: Mimpi Buruk Israel?

Bantah Terkait Kegiatan Seismik

Sebelumnya, warga Kampung Arguni sempat resah melihat kapal perang berlabuh di wilayah mereka. Warga menduga kuat kehadiran TNI AL bertujuan mengawal kapal survei seismik yang sedang mereka protes lewat pemasangan sasi (tanda larangan adat).

Menjawab keresahan tersebut, Slamet membantah tegas adanya keterlibatan KRI Gulamah-869 dalam kegiatan eksplorasi migas itu.

"KRI Gulamah-869 di wilayah tersebut tidak berkaitan dengan dugaan yang berkembang terkait kegiatan survei seismik," ujarnya.

Baca Juga: Jaga Objek Vital, TNI AD Tangkap Pencuri Minyak Pertamina

Patroli Jaga Kedaulatan

Lebih jauh, Slamet menekankan bahwa KRI memiliki tugas pokok menjaga keamanan di seluruh perairan Indonesia, termasuk Fakfak.

Ia menyatakan, TNI AL melaksanakan tugas operasi di seluruh wilayah perairan yurisdiksi nasional Indonesia dalam rangka menjaga kedaulatan dan keamanan laut sesuai ketentuan perundang-undangan.

Klarifikasi ini sekaligus menjawab kekhawatiran Sekretaris Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Arguni, Mbarmbar S. Dino Sarasa, yang sebelumnya mempertanyakan motif kehadiran kapal perang di wilayah mereka untuk pertama kalinya sejak era Trikora. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.