Bangun Dermaga Buat Nelayan, Serda Sumarno Raih Juara 1 Babinsa Award

Jakarta, IDM - Serda Sumarno, Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Desa Kohod, Koramil 10/Sepatan, Kodim 0510/Tigaraksa meraih juara 1 pada “Babinsa Award Kodam Jaya/Jayakarta” yang di gelar di Gedung Aula Sudirman Kodam Jaya.
Serda Sumarno mendapatkan penghargaan pada kategori Babinsa teladan. Ia pun berhak mendapatkan hadiah paket umroh gratis oleh Pangdam Jaya Jayakarta Mayjen TNI Mohamad Hasan.
Dandim 0510/Tigaraksa Letkol Arh S.S. Bandjar dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/8) mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi yang luar biasa kepada anggota kodim Tigaraksa yang sudah memenangkan perlombaan dan berperan aktif dalam tugas keseharianya dalam membantu masyarakat di wilayah binaannya.
Baca Juga: Jelang Peringatan HUT ke-78 RI, KSAU Tinjau Kesiapan Tim Demo Udara TNI AU
Serda Sumarno ini sudah bekerja keras dalam membuat pondok singgah nelayan atau darmaga kecil dimana Serda Sumono ini juga memotivasi dan mengedukasi masyarakat setempat untuk aktif dalam kegiatan nelayan/melaut karna melihat potensi di wilayahnya cukup baik untuk meningkatkan perekonomian bagi nelayan itu sendiri. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































