Bangkai Pesawat Pengebom Ditemukan di Lamongan, Disparbud Bakal Serahkan ke TNI

Jakarta, IDM - Bangkai pesawat diduga milik Belanda ditemukan seorang nelayan di laut Lamongan, Minggu (21/5). Pegiat sejarah dari komunitas Begandring Soerabaia, Zaki Yamani menduga sayap pesawat itu merupakan bagian dari pesawat pengebom jenis Martin 166 WH-3.
"Kalau kata orang itu pesawat ya, bukan, itu sayapnya. Terus itu sepertinya sayap sebelah kanan," kata Zaki, dikutip dari Detik, Kamis (25/5).
"Diduga itu punyanya pesawat pembom jenis Martin 166 WH-3. Orang kalau nyebutnya pembom Martin," sambungnya.
Baca Juga: Hari Pertama Tugas, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 10 Kostrad Diterima dengan Tradisi Adat
Menurutnya, pesawat ini merupakan milik ML - KNIL (Militaire Luchtvaart Koninklijk Nederlands Indisch Leger) atau Angkatan Udara Kerajaan Belanda.
Publik sebelumnya dibuat heboh oleh sebuah video yang menunjukkan bangkai pesawat terdampar di tepi pantai di Paciran Lamongan. Menurut pembuat video berdurasi 1 menit 22 detik tersebut, seorang nelayan dari Desa Waru menemukan bangkai pesawat itu saat akan menjaring ikan.
Pesawat berkarat tersebut ditemukan di 30 meter kedalaman laut. Penemuan pesawat pengebom kemudian dilaporkan ke dinas terkait.
Baca Juga: Pangdivif 3 Kostrad: Siapkan Fisik dan Mental Hadapi Situasi di Medan Operasi
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan Siti Rubikah mengatakan pihaknya bakal menyerahkan temuan tersebut pada TNI. Ia menilai pihak TNI lebih memahami spesifikasi serta detail pesawat.
"Kami menyerahkan sepenuhnya kepada TNI terkait persoalan pesawat tersebut," ujar Rubikah. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































