Bakamla RI Zona Tengah Bina Relawan Penjaga Laut di Bali

Jakarta, IDM - Bakamla RI Zona Tengah menggelar pembinaan pengetahuan dan keterampilan untuk Relawan Penjaga Laut Nusantara (Rapala) di Karangasem, Bali.
Melansir keterangan dari Puspen TNI, Selasa (13/6), agenda yang dibuka oleh Kepala Zona Bakamla Tengah Laksma Octavianus Budi Santoso itu digelar selama dua hari, mulai 12 Juni hingga 13 Juni 2023.
Baca Juga: Panglima TNI Minta Semua Prajurit Melek Digital
Sejumlah materi yang diberikan kepada Rapala di antaranya pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan, mitigasi resiko terkait hama penyakit hewan karantina hinggga pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap narkoba serta pertolongan dasar SAR.
"Anggota Rapala Karangasem agar dapat menyerap pengetahuan yang diberikan oleh narasumber dengan baik dan dapat membantu melaksanakan tugas Bakamla RI dalam menjaga keamanan, keselamatan, dan perlindungan lingkungan laut," kata Octavianus.
Baca Juga: KRI Malahayati-362 dan EMB-314 TNI AU Uji Pertahanan Udara Wilayah Timur
Rapala peserta pelatihan merupakan pecalang atau pengaman laut yang keikutsertaannya didukung oleh pemerintah daerah setempat serta Raja Puri Agung Singaraja dan Raja Puri Karangasem. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































