HANKAM

Bakamla RI dan Korea Coast Guard Kolaborasi Selamatkan 8 WNI dari Dugaan TPPO di Perairan Korsel

Bakamla RI
Bakamla RI berkolaborasi dengan Korea Coast Guard dan Kedutaan Besar RI di Seoul menyelamatkan delapan warga negara Indonesia (WNI) dari dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Perairan Korea Selatan, Rabu (13/8/2025). (Foto: Dok. Bakamla RI)

Jakarta, IDM – Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI berkolaborasi dengan Korea Coast Guard dan Kedutaan Besar RI di Seoul menyelamatkan delapan warga negara Indonesia (WNI) dari dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Perairan Korea Selatan, Rabu (13/8).

Informasi bermula dari pengaduan masyarakat yang diterima oleh Bakamla RI. Salah satu keluarga korban berinisial AD curiga terhadap korban (CW) yang ditempatkan di kapal asing.

Kepada AD, CW menyampaikan sejumlah kejanggalan atas penugasannya di kapal, yang diketahui merupakan perusahaan Korea Selatan (YMI).

Baca Juga: KRI Sultan Iskandar Muda Jadi Sorotan Komandan MTF di Laut Mediterania

Salah satu kecurigaan muncul pada saat para pekerja diperintahkan untuk melakukan bongkar muat di atas laut dengan kapal lain.

“Aksi itu terpantau dan berhasil dihentikan oleh Angkatan Laut Korea Selatan, yang memberikan peringatan tegas agar menghentikan dan tidak mengulangi aksi tersebut,” tulis siaran pers Humas Bakamla RI.

Bakamla RI kemudian melaporkan kejanggalan tersebut secara berjenjang.

Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Irvansyah, juga memerintahkan Direktorat Kerja Sama Bakamla RI untuk segera menindaklanjuti hal tersebut.

Baca Juga: Perwira TNI AU Soroti Pentingnya Sinergi Teknologi Satelit di ASEAN-Australia MARSEC

Dalam waktu singkat, dilaksanakan koordinasi antara Bakamla RI dengan KCG untuk menyelamatkan delapan WNI tersebut.

“Kegiatan ini melibatkan kerja sama yang erat dan bantuan dari Protokol dan Konsuler KBRI Seoul, Atase Pertahanan KBRI Seoul, dan Dirjen Perlindungan KP2MI,” tulis siaran pers tersebut.

Delapan WNI dalam kondisi selamat dan berhasil dipulangkan ke Indonesia. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.