Bahasan Penting TNI AL dan Filipina Soal Pengawasan Lintas Batas di Tarakan

Jakarta, IDM – Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) XIII menerima kunjungan kehormatan dari perwakilan militer Filipina untuk memperkuat pengawasan wilayah perbatasan. Pertemuan strategis ini berlangsung di Markas, Tarakan, Kalimantan Utara, Selasa (28/4).
Tarakan sendiri merupakan kota pulau di Provinsi Kalimantan Utara yang memiliki posisi geografis krusial karena berbatasan langsung dengan Laut Sulawesi dan Laut Sulu. Kawasan perairan ini merupakan jalur perlintasan maritim utama yang menghubungkan Indonesia dengan Filipina bagian selatan.
Baca Juga: Menhan Sjafrie Sambangi Markas Marinir, Cek Langsung Pelatihan ASN Komcad
Petugas kontrol perbatasan (Border Control Officer) Tarakan dari Kantor Penghubung Filipina (Philippine Liaison Office) Chief Petty Officer Glenn Paul B. Macopia, mendatangi langsung markas Kodaeral XIII tersebut. Kedatangan delegasi Angkatan Laut Filipina ini menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah perairan yang saling bersinggungan.
Kolaborasi Tekan Pelanggaran Lintas Batas
Asisten Intelijen (Asintel) Komandan Kodaeral XIII Kolonel Laut (P) Didik Siswinardi menyambut hangat kunjungan tersebut. Kedua belah pihak berdialog intensif mengenai peningkatan koordinasi, khususnya terkait pertukaran data intelijen serta pemantauan aktivitas ilegal di jalur laut perbatasan Indonesia-Filipina.
Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Kodaeral XIII Kolonel Laut (KH) Arief Jatmiko menjelaskan, agenda ini merupakan upaya konkret dalam mendukung keamanan kawasan perairan.
Baca Juga: TNI AD akan Kelola Sampah jadi Bahan Bakar Solar
"Pertemuan ini bertujuan mempererat jalinan komunikasi antara unsur TNI AL dengan Kantor Penghubung Filipina, menyelaraskan langkah kolaboratif dalam mengawasi pergerakan lintas batas negara agar tetap aman dan kondusif," ujar Arief, dikutip dari keterangan Dispen Kodaeral XIII, Kamis (30/4).
Arief menambahkan, sinergi profesional ini sangat penting mengingat tantangan di wilayah perbatasan yang dinamis. "Melalui koordinasi yang solid, kami berharap mampu meminimalisir segala bentuk ancaman maritim sekaligus memperkuat kerja sama bilateral di bidang pertahanan laut," imbuhnya. (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































