HANKAM

Bahas Rencana Latihan Bersama, TNI AL Minta Korsel Libatkan Banyak Kapal

Pangkoarmada RI Laksamana Madya Denih melakukan kunjungan kehormatan ke Koarmada Angkatan Laut Korea Selatan di Busan, Jumat (13/9). (Foto: Dok. TNI AL)
Pangkoarmada RI Laksamana Madya Denih melakukan kunjungan kehormatan ke Koarmada Angkatan Laut Korea Selatan di Busan, Jumat (13/9). (Foto: Dok. TNI AL)

Jakarta, IDM –  Delegasi TNI AL bersama Angkatan Laut Korea Selatan membahas rencana latihan bersama kedua negara dalam pertemuan di Pangkalan Busan, Jumat (13/9).

Pada kesempatan tersebut, delegasi TNI AL dipimpin oleh Pangkoarmada RI Laksamana Madya Denih Hendrata, didampingi Komandan KRI Bima Suci Letkol Laut (P) Hastaria Dwi Prakoso bertemu dengan Komandan Koarmada Angkatan Laut Korea Selatan Laksamana Madya Sung Hyeok Choi.

Baca Juga: Panglima TNI: Kepemimpinan Jokowi Buat TNI-Polri Lebih Maju dan Modern

“Kedua belah pihak membahas mengenai rencana kegiatan latihan bersama yang nantinya akan dilakukan (TNI AL dan Angkatan Laut Korea Selatan)” kata Denih, dikutip dari laman TNI AL.

Dia mengatakan, kunjungan terhadap Koarmada Angkatan Laut Korea Selatan ini dapat meningkatkan kerja sama dan memupuk persahabatan antara TNI AL dan Korea Selatan, terlebih angkatan laut kedua negara selama telah memiliki hubungan baik.

“(Diharapkan) Angkatan Laut Korea Selatan dapat berpartisipasi dengan mengirimkan banyak kapal pada kegiatan latihan bersama yang nantinya diadakan di Indonesia,” ujar Denih.

Sementara Hastaria menyampaikan tujuan kedatangan kapal layar latih TNI AL, yakni KRI Bima Suci di Busan dan memaparkan sejumlah agenda yang akan dilakukan selama empat hari sandar, dari 13-16 September.

“KRI Bima Suci akan melaksanakan berbagai kegiatan, seperti open ship, kunjungan kehormatan kepada Koarmada Angkatan Laut Korea Selatan, cocktail party, sport activity, cultural visit di Kota Busan,” jelas Hastaria.

Baca Juga: HUT Ke-65 Hiu Kencana, KSAL: Pembangunan Kekuatan 12 Kapal Selam Suatu Keniscayaan

Busan merupakan kota keenam yang disinggahi KRI Bima Suci pada misi pelayaran muhibah dan diplomasi Kartika Jala Krida (KJK) 2024. Rencananya kapal yang membawa 98 awak dan 189 taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) ini akan memakan waktu pelayaran selama 90 hari dengan menempuh jarak 10.715 mil laut.

Sejumlah rute yang akan dilalui oleh KRI Bima Suci meliputi Surabaya–Jakarta–Singapura–Kamboja–Vietnam–Cina–Korea Selatan–Rusia–Jepang–Filipina–Balikpapan dan kembali lagi ke Pangkalan Surabaya yang dijadwalkan pada Oktober 2024. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.