HANKAM

Bahas Peningkatan Kerja Sama Pertahanan, Prabowo Temui Menhan Qatar

Bahas Peningkatan Kerja Sama Pertahanan, Prabowo Temui Menhan Qatar
(Dok Kementerian Pertahanan Qatar)


Doha, IDM – Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam lawatannya ke Qatar, Rabu (30/3) bertemu Wakil Perdana Menteri dan Menteri Negara Urusan Pertahanan Yang Mulia Dr. Khalid bin Muhammad Al-Attiyah di Doha, Qatar, dan membahas isu-isu terkait kepentingan kedua negara, serta upaya peningkatan dan pengembangan kerja sama pertahanan kedua negara.

Hingga kini, kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Qatar belum dikukuhkan dalam satu kesepakatan bersama dan kehadiran Menhan Prabowo sebagai respon atas undangan Yang Mulia Wakil Perdana Menteri dan Menteri Negara Urusan Pertahanan Yang Mulia Dr. Khalid bin Muhammad Al-Attiyah.

(Dok Kementerian Pertahanan Qatar)

Menhan Prabowo menyampaikan harapannya, kerjasama bilateral Indonesia dan Qatar khususnya di bidang pertahanan dapat terus ditingkatkan.

Hubungan bilateral antara Qatar dan Indonesia telah terjalin sejak 1976. Pada 1996, Kedutaan Besar Qatar untuk Indonesia di Jakarta resmi dibuka. Tiga tahun berselang giliran Kedutaan Besar RI untuk Qatar dibuka di Doha. (gin)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.