HANKAM

Babinsa TNI AD dan Warga Gotong Royong Rehab Sekolah dengan Biaya Sendiri

Babinsa dari Koramil 1411-02/Bulukumba.
Serma Marsuki, Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Koramil 1411-02/Bulukumba bersama warga bergotong-royong merehab sekolah SDN 81 Palampang di Dusun Bontosunggu, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba. (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM – Serma Marsuki, Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Koramil 1411-02/Bulukumba bersama warga bergotong-royong merehab sekolah SDN 81 Palampang di Dusun Bontosunggu, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba dengan biaya sendiri.

Dilansir dari keterangan Dispenad, Senin (4/8) sekolah tersebut telah lama rusak parah setelah beberapa ruangannya tertimpa pohon tumbang. Saat ini, tiga ruang kelasnya tak bisa digunakan, kondisi ini menjadikan pihak sekolah terpaksa menggabungkan beberapa tingkatan dalam satu ruangan.

Baca Juga: Marinir Latihan Penembakan Meriam hingga Bela Diri Militer, Jelang Upacara Validasi Organisasi di Batujajar

Melihat kondisi itu, Serma Marsuki bersama warga berinisiatif melakukan perbaikan tanpa menunggu bantuan anggaran resmi, mereka mengumpulkan tenaga, material, dan semangat untuk memperbaiki gedung sekolah demi masa depan anak-anak di wilayah tersebut.

“Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian kami sebagai aparat kewilayahan untuk mendorong agar anak-anak bisa belajar dalam kondisi yang lebih baik. Untungnya, meskipun (terkendala) keterbatasan dana, semangat gotong royong tetap kuat di tengah masyarakat,” ujar Marsuki.

Ia menjelaskan pengerjaan rehabilitasi sepenuhnya dilakukan secara swadaya, didukung oleh pemerintah Desa Bontoharu, orang tua murid, dan masyarakat setempat. Kendala terbesar dalam pengajuan bantuan resmi adalah status lahan sekolah yang masih bersengketa, sehingga belum bisa dianggarkan dalam skema pembiayaan pemerintah.

"Kami tetap melanjutkan pekerjaan dengan perlahan, menyisihkan waktu dan sumber daya kami miliki," kata Marsuki.

Baca Juga: Gelar Space SMEE dengan HING, TNI AU Perkuat Fondasi Satuan Antariksa

Aksi nyata ini mencerminkan komitmen TNI AD untuk selalu hadir dan peduli terhadap permasalahan rakyat, tidak hanya dalam situasi darurat atau keamanan, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, termasuk pendidikan.

Diharapkan, inisiatif ini menjadi inspirasi bagi semua pihak agar terus mendorong solusi-solusi nyata di tengah keterbatasan. Karena masa depan anak-anak tak bisa menunggu anggaran cair, tapi bisa dimulai dari kepedulian dan kerja sama yang tulus. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.