Marinir Latihan Penembakan Meriam hingga Bela Diri Militer, Jelang Upacara Validasi Organisasi di Batujajar

Jakarta, IDM – Korps Marinir menggelar latihan rutin untuk kesiapan alutsista dan prajurit menjelang upacara kehormatan militer dalam rangka validasi organisasi TNI di Batujajar, Bandung, yang dijadwalkan pada 10 Agustus mendatang.
Misalnya, para prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 2 Marinir berlatih demonstrasi tank untuk operasi darat gabungan bersama Kavaleri TNI AD di Batujajar, Sabtu (2/8). Kegiatan ini menampilkan sinergi yang solid antara satuan infanteri dan unsur kavaleri saat melakukan taktik tempur modern.
Komandan Yonif 2 Mar Letkol (Mar) Helilintar Setiojoyo Laksono, mengatakan pada demonstrasi ini para prajuritnya berhasil mengimplementasikan manuver infanteri yang presisi, dilengkapi dukungan manuver tank secara terintegrasi, dalam skenario pertempuran jarak dekat dan jauh.
Baca Juga: Menlu Sugiono Pastikan Indonesia Bakal Kirim 10 Ribu Ton Beras ke Gaza
"Demonstrasi ini ajang kemampuan kami mengoperasikan persenjataan dan koordinasi lintas matra dengan cepat dan efektif. Yonif 2 Marinir menunjukkan siap menjawab tantangan dan mampu beradaptasi dalam struktur organisasi yang lebih modern," kata Helilintar, dikutip dari keterangan Pasmar 1, Senin (4/8).
"Kolaborasi antara infanteri dan tank merupakan bentuk implementasi taktik gabungan yang akan menjadi bagian penting dari kekuatan tempur masa depan," sambungnya.
Kemudian, Batalyon Howitzer (Yonhow) 1 Marinir juga berlatih kesiapan alutsistanya dengan penembakan senjata artileri di Batujajar, Minggu (3/8). Letda (Mar) Ricky Noviyanto memimpin tujuh prajurit Yonhow 1 Marinir menembakkan enam pucuk meriam Howitzer 105 mm dengan enam kendaraan penarik Unimog.

Dalam latihan tersebut, Komandan Yonhow 1 Marinir Mayor (Mar) Hana Prasetyaji menekankan kepada seluruh prajurit yang terlibat demonstrasi penembakan, agar selalu memberikan yang terbaik pada setiap penugasan.
"Selalu berikan hasil yang terbaik dalam tugas operasi militer perang (omp) maupun operasi militer selain perang (omsp). Tetap utamakan faktor keamanan," pesannya.
Baca Juga: Gelar Space SMEE dengan HING, TNI AU Perkuat Fondasi Satuan Antariksa
Masih pada hari yang sama, para prajurit dari Batalyon Polisi Militer (Yonpom) 1 Marinir juga melaksanakan latihan menjelang upacara validasi organisasi dengan bela diri militer gabungan bersama Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat).
Komandan Yonpom 1 Marinir Letkol (Mar) Pahala Mahatahara Suari, menjelaskan bela diri militer adalah teknik pertahanan dan serangan yang dikembangkan secara khusus untuk keperluan militer.
"Gerakan-gerakannya dirancang untuk efektif dalam situasi tempur nyata, melibatkan kombinasi teknik pukulan, tendangan, kuncian, dan bantingan," jelas Pahala.

Menurutnya, latihan bela diri militer bertujuan meningkatkan kemampuan fisik, mental, dan keterampilan tempur prajurit. "Bela diri militer penting untuk menghadapi berbagai skenario pertempuran, baik dalam operasi militer maupun dalam menjaga keamanan dan ketertiban," katanya.
Para prajurit Marinir, Kopassus, dan Kopasgat akan menampilkan aksi bela diri militer dengan ketangkasan, kecepatan serta kekuatan fisik yang luar biasa.
"TNI tidak hanya dituntut memiliki kemampuan dalam menggunakan senjata, tetapi juga keahlian dalam pertempuran jarak dekat. Bela diri militer menjadi salah satu keahlian penting yang terus diasah oleh para prajurit," ujarnya.
Baca Juga: Aksi Bela Palestina, Menlu Sugiono: Kalian Akan Selalu Diperjuangkan Indonesia
Dalam upacara validasi organisasi terhadap tiga komandan di satuan TNI AD, TNI AL, dan TNI AU, Presiden Prabowo Subianto dikabarkan hadir untuk meresmikan langsung kenaikan satu pangkat lebih tinggi kepada Komandan Komando Pasukan Khusus (Dankopassus); Komandan Korps Marinir (Dankormar); dan Komandan Komando Pasukan Gerak Cepat (Dankopasgat).
Nantinya setelah resmi dilakukan validasi organisasi dan mendapat pangkat bintang tiga, Kopassus, Korps Marinir, dan Kopasgat tak lagi dipimpin seorang komandan tapi seorang panglima sehingga sebutannya berubah menjadi panglima Korps Marinir, panglima Kopassus, dan panglima Kopasgat.
Dengan terjadinya validasi itu, maka Dankormar yang saat ini dijabat oleh Mayjen (Mar) Endi Supardi akan naik pangkat jadi Letjen. Kemudian, Komandan Kopassus (Dankopassus) Mayjen Djon Afriandi menjadi Letjen, dan Komandan Kopasgat (Dankopasgat) Marsda Deny Muis, juga otomatis naik pangkat setingkat lebih tinggi menjadi Marsdya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































