Atasi Krisis Air, TNI AD Bangun Sumur Bor di Wilayah Gunung Kidul

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meresmikan sumur bor di Desa Bedoyo Kulon, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunung Kidul, Rabu (28/5).
Diresmikannya pengoperasian sumur bor ini menjadi langkah TNI AD dalam mengatasi krisis air bersih yang sering melanda daerah tersebut terutama saat musim kemarau.
Baca Juga: TNI AD Pastikan Siapkan Sekolah Bermutu untuk Masyarakat Kurang Mampu
Maruli mengatakan, TNI AD harus dirasakan kehadiran dan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kenapa saya memilih meninjau sumur bor di Kabupaten Gunung Kidul, karena saya mendengar bahwa Kabupaten Gunung Kidul terkenal dengan kekurangan air,” ujarnya.
Program ini, jelas Maruli, merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan TNI Angkatan Darat dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia juga mengajak seluruh unsur pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan (stakeholder) untuk turut serta mengawasi dan menjaga fasilitas tersebut agar dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.
“Mudah-mudahan bantuan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Gunung Kidul, dan nantinya masyarakat tidak kekurangan air lagi,” imbuhnya.
Sumur bor yang diresmikan tersebut memiliki kedalaman antara 30 hingga 100 meter, dilengkapi dengan pompa air, tandon penampungan, serta jaringan distribusi yang menjangkau beberapa dusun sekitar. Proyek ini dikerjakan secara kolaboratif oleh personel TNI AD bersama pemerintah daerah dan warga setempat.
Baca Juga: Roket dan Meriam Marinir Hancurkan Sasaran di Sukabumi
Pembangunan sumur bor ini merupakan hasil kerja sama TNI AD dengan Bank Indonesia, yang dilaksanakan di wilayah Kodim 0730/Gunungkidul dan Kodim 0729/Bantul dengan total 12 titik lokasi. Sebanyak 10 titik berada di wilayah Kodim 0730/Gunungkidul, dan 2 titik lainnya di wilayah Kodim 0729/Bantul. Program ini memberikan manfaat bagi 1.412 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 4.806 jiwa.
Program sumur bor ini sendiri merupakan bagian dari program unggulan TNI AD Manunggal Air, yang dilakukan secara masif sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Selain untuk memenuhi kebutuhan air bersih, program ini juga mendukung sanitasi serta irigasi lahan pertanian dan perkebunan guna meningkatkan kesejahteraan warga. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































