Roket dan Meriam Marinir Hancurkan Sasaran di Sukabumi

Jakarta, IDM – Korps Marinir menggelar uji penembakan senjata berat jenis roket MLRS tipe 90-B Norinco dan meriam twin gun Norico di Cibenda, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (27/5).
Roket MLRS kaliber 122 mm milik Resimen Artileri (Menart) Marinir 1 tersebut dirancang untuk sistem dukungan tembakan penghancuran berbagai target melalui serangan berganda yang memiliki 40 peluncur dan dapat ditembakkan bersamaan secara salvo.
Sementara meriam twin gun yang memiliki kaliber 35 mm sebagai senjata artileri pertahanan udara, digunakan prajurit Marinir untuk menangkis serangan udara dari musuh.
Baca Juga: Sebanyak 30 Pati TNI AL Rotasi Jabatan, Kadispenal hingga Komandan Kapal Selam
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama I.M Wira Hady Arsanta, mengatakan uji penembakan roket ini merupakan wujud kesiapsiagaan prajurit Korps Marinir dalam mendukung operasi bantuan tembakan.

"Uji senjata ini momentum penting untuk menguji efektivitas alutsista modern TNI AL yang terus dikembangkan hingga kini," kata Wira dalam keterangannya, dikutip Rabu (28/5).
Terpisah, Wakil Komandan Pasmar 1 Kolonel (Mar) A.A Gede Agung Jayaputra menyampaikan uji penembakan senjata berat ini juga bertujuan mengetahui spesifikasi, jarak tempuh, dan daya gempur roket MLRS 122 mm 90-B Norinco maupun senjata meriam artileri pertahanan udara 35 mm twin gun Norinco.
Baca Juga: Sebanyak 30 Kolonel TNI AD Pecah Bintang, Ini Daftarnya
"Uji penembakan ini bertujuan melihat kemampuan alutsista tersebut sampai sejauh mana daya gempur dan daya ledaknya apabila dihadapkan dengan situasi peperangan modern saat ini," ujar Gede Agung, dikutip dari siaran pers Pasmar 1.
Adapun uji penembakan roket dan meriam Marinir tersebut turut disaksikan langsung oleh Asisten Logistik (Aslog) KSAL Laksamana Muda Eko Sunarjanto, Wakil Komandan Korps Marinir Brigadir Jenderal (Mar) Muhammad Nadir, dan Komandan Pasmar I Brigadir Jenderal (Mar). Umar Farouq. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































