Asops KSAL Tekankan 5 Poin 'Combat Mindset', Bekali Perwira TNI AL Surabaya

Jakarta, IDM – Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal) memperkuat fondasi mental para perwira wilayah timur dalam menghadapi tantangan geopolitik yang semakin dinamis. Melalui pengarahan strategis, para personel ditekankan untuk memiliki pola pikir tempur (combat mindset) yang kuat namun tetap humanis.
Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Laksda Yayan Sofiyan, memimpin langsung pembekalan ini di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (16/4). Agenda ini diikuti oleh 960 perwira, baik secara tatap muka maupun melalui konferensi video dari berbagai komando utama di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Pangdivif 2 Kostrad Tinjau Batalion Kavaleri, Prajurit Diingatkan untuk Solid dan Profesional
Yayan menegaskan, perwira merupakan ujung tombak dalam membina militansi prajurit. Ia memaparkan lima poin utama dalam pembangunan moral jajaran TNI AL.
"Prajurit TNI AL harus memiliki pola pikir tempur melalui latihan yang realistis. Kami juga menekankan pentingnya kepemimpinan lapangan yang memberikan keteladanan, penguatan soliditas jiwa korsa, adaptasi terhadap doktrin perang modern, hingga peningkatan kesejahteraan sebagai penopang loyalitas," ujar Yayan, dikutip dari keterangan Dispenal, Jumat (17/4).
Yayan menambahkan, para perwira memiliki tanggung jawab besar untuk mencetak prajurit yang adaptif dan profesional. "Kita butuh prajurit yang tangguh di medan tugas, namun tetap dicintai rakyat dan menjunjung tinggi ketentuan hukum yang berlaku," imbuhnya.
Baca Juga: Eks KRI Teluk Hading-538 jadi Sasaran Tembak Rudal di Latopslagab 2026
Respons Dinamika Global
Senada dengan hal tersebut, Pgs. Asisten Intelijen (Asintel) KSAL Laksda Andy Kriswanto, mengingatkan jajaran perwira untuk peka terhadap perkembangan lingkungan strategis. Pengarahan ini merupakan instruksi langsung dari KSAL Laksamana Muhammad Ali, dalam menyikapi situasi keamanan global, regional, hingga nasional.
Setiap prajurit dituntut mampu membaca dinamika kawasan agar dapat merespons segala potensi ancaman secara tepat. Penguatan intelijen dan kesiapan operasional menjadi kunci utama dalam menjaga kedaulatan perairan Nusantara. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































