Asops KSAL Beberkan 5 Dimensi Kepemimpinan di Kapal Perang

Jakarta, IDM – Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Laksamana Muda Yayan Sofiyan memberikan arahan kepada prajurit Korps Pelaut dalam safari pembinaan yang digelar di Koarmada II Surabaya, Jumat (10/10).
Dalam pengarahannya, Yayan menekankan pentingnya membangun karakter kepemimpinan yang utuh di lingkungan kapal perang. Ia menyampaikan, seorang pemimpin laut tidak hanya dituntut menguasai ilmu taktik dan teknologi, tetapi harus memiliki landasan nilai yang kokoh.
Ia merumuskan lima dimensi kepemimpinan yang wajib melekat pada seorang komandan atau perwira, yakni spiritualitas, intelektualitas, profesionalitas, fisik, dan kepemimpinan patriotik. Dimensi terakhir, menurutnya, menjadi penggerak moral utama seorang prajurit dalam bertindak.
Baca Juga: TNI AD Siaga Antisipasi Efek Gempa di Wilayah Perairan Laut Filipina
“Kepemimpinan patriotik harus diwujudkan dalam tindakan mencegah penyalahgunaan wewenang, bertanggung jawab terhadap keselamatan anak buah, dan menjunjung tinggi kehormatan negara,” tegasnya, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Sabtu (11/10).
“Kapal perang hanya bisa bergerak lurus di lautan jika kompas kepemimpinannya tegak lurus pada nilai, dan mesinnya digerakkan oleh semangat generasi muda yang mencintai bangsanya,” tambahnya.
Safari tersebut sebelumnya dibuka oleh Pangkoarmada II Laksamana Muda I Gung Putu Alit Jaya. Dalam sambutannya, ia menyebut kegiatan ini sebagai momentum strategis untuk meningkatkan situational awareness dan kualitas pembinaan karier prajurit Korps Pelaut di tengah tantangan profesi yang terus berkembang.
Ia meminta seluruh peserta untuk menjadikan forum ini sebagai sarana reorientasi diri dan penguatan jejaring antar satuan.
Baca Juga: Pangdam XVII/Cenderawasih Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Jayapura
“Jangan hanya hadir secara fisik, tetapi hadirkan juga semangat belajar dan keinginan untuk tumbuh,” pesannya.
Alit Jaya juga menegaskan bahwa seluruh peserta, baik yang hadir langsung maupun melalui video conference, merupakan satu kekuatan utuh dalam tubuh TNI AL.
“Serap sebanyak-banyaknya ilmu dan wawasan yang dibagikan, sebab ini adalah bagian dari investasi diri dalam menghadapi tantangan tugas ke depan,” pungkasnya. (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































