HANKAM

TNI AD Siaga Antisipasi Efek Gempa di Wilayah Perairan Laut Filipina

Babinsa Kodam XIII:Merdeka
Babinsa dari Kodam XIII/Merdeka memeriksa pesisir pantai pascagempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,6 yang terjadi di wilayah perairan Laut Sulu, Filipina bagian selatan, pada Jumat (10/10). (Foto: Dok. Penkodam Kodam XIII/Merdeka)

Jakarta, IDM – TNI AD dari Kodam XIII/Merdeka siaga pascagempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,6 yang terjadi di wilayah perairan Laut Sulu, Filipina bagian selatan, pada Jumat (10/10).

Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada di koordinat 7.34 LU – 126.87 BT, atau sekitar 287 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 56 kilometer. Gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami di sejumlah wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Papua bagian utara.

Baca Juga: Pangdam XVII/Cenderawasih Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Jayapura

Dilansir dari keterangan Penkodam XIII/Merdeka, Sabtu (11/10), Kepala Penerangan Kodam XIII/Merdeka, Kolonel Inf Daniel Lalawi, menyampaikan bahwa sejak informasi gempa diterima, Kodam XIII/Merdeka langsung melakukan pengecekan ke satuan komando kewilayahan, khususnya Kodim 1312/Talaud dan Koramil jajaran, untuk memastikan kondisi masyarakat serta kesiapsiagaan prajurit di lapangan.

“Kodam XIII/Merdeka melalui Kodim 1312/Talaud telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, dan aparat kepolisian setempat untuk memantau situasi serta mengantisipasi potensi dampak gempa dan tsunami,” kata Daniel.

Hasil laporan dari Kodim 1312/Talaud menyebutkan bahwa getaran gempa dirasakan cukup kuat di hampir seluruh wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud. Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan. Aktivitas masyarakat masih berlangsung normal, namun pemerintah daerah telah mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan dan menjauhi kawasan pantai apabila terjadi kenaikan gelombang laut.

Baca Juga: Pasmar 2 Gelar Apel Luar Biasa, Komandan Sampaikan Arahan Presiden Prabowo

Lebih lanjut, Daniel menegaskan bahwa prajurit TNI di wilayah perbatasan, terutama para Babinsa, terus dikerahkan untuk memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang namun waspada serta mengikuti instruksi pemerintah daerah.

Kodam XIII/Merdeka juga menyatakan kesiapan penuh untuk membantu pemerintah daerah dalam upaya mitigasi bencana, termasuk evakuasi dan distribusi logistik jika diperlukan. Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen TNI AD untuk selalu hadir dan tanggap terhadap setiap potensi bencana alam di wilayah perbatasan dan kepulauan, seperti Talaud dan Sangihe. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.