ASN Ditembak di Papua, KSAD: Bukan Intel Militer

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak buka suara terkait penembakan delapan orang Pegawai Dinas Pertanian di Kampung Muliama, Distrik Asologaima, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan yang dilakukan Organisasi Papua Merdeka (OPM), Rabu (9/9).
Hal ini dikatakannya saat gelaran acara MUNAS ke XX PJSI Tahun 2026 dan Pemilihan Ketua Umum PB PJSI periode 2026-2031 di Balai Kartini, Jakarta Selatan.
Baca Juga: TNI Tempatkan “Safety Officer” di Setiap Helikopter Chinook Jepang yang Bantu Padamkan Karhutla
"Penyerangan tersebut adalah bentuk keresahan dan kepanikan kelompok penyerang akibat terus dikejar oleh aparat, sehingga menyasar korban secara sembarangan" kata Maruli.
Lebih lanjut Maruli juga membantah tuduhan kelompok penyerang terkait isu intel militer yang dituduhkan kepada korban. "Ya itu alasan-alasan mereka selalu intel tentara. Kan, rekan-rekan media tahu itu memang pekerja, orang dari NTT, orang masih muda ingin membantu di daerah," kata Maruli.
Pola OPM ini kata Maruli dilakukan berulang-ulang, menyebarkan isu intel ataupun pelanggaran HAM. "Polanya berulang-ulang, kalau tidak dibilang namanya pelanggaran HAM, sekarang menyerang yang sipil di situ semua dianggap intel-lah. Itu itu berulang-ulang bicaranya seperti itu," kata Maruli.
Baca Juga: Tindak Lanjuti Arahan Presiden, Mabes TNI Siagakan Prajurit Lanal Kotabaru Atasi Karhutla
Sebelumnya diberitakan, sebanyak delapan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya ditembaki Organisasi Papua Merdeka (OPM). Mereka ditembaki saat mendistribusikan bantuan pangan beras kepada warga setempat di Kampung Muliama, Distrik Asologaima, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.
Insiden tersebut mengakibatkan tiga orang menjadi korban tembakan, sementara lima pegawai lainnya berhasil menyelamatkan diri ke Puskesmas Muliama.
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































