Askomlek KSAU Sebut 2 Prioritas Utama TNI AU yang Perlu Perhatian

Jakarta, IDM – TNI AU, berdasarkan rencana strategis, memiliki dua prioritas utama yang kini perlu menjadi perhatian.
Hal tersebut disampaikan Asisten Komunikasi dan Elektronika (Askomlek) KSAU, Marsda TNI Wayan Superman saat menggelar rapat evaluasi komunikasi dan elektronika di Mabesau beberapa waktu lalu.
Prioritas tersebut, jelas Wayan, adalah kedatangan alutsista baru sebagai bagian dari program modernisasi, serta pelaksanaan validasi organisasi TNI AU yang memerlukan penyesuaian struktur organisasi secara menyeluruh.
Baca Juga: Sathar 72 Siapkan 200 Payung LCLA untuk Terjunkan Bantuan ke Wilayah yang Sulit Dijangkau
Dalam menindaklanjuti kedua prioritas tersebut, diperlukan langkah konkret berupa kesiapan personel pengawak dan pemelihara alutsista, serta pemenuhan sarana, prasarana, dan piranti lunak pendukung sebagai pedoman operasional satuan.
Keberhasilan validasi organisasi juga menuntut peran aktif seluruh pihak melalui koordinasi, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi berkelanjutan, agar potensi masalah seperti kebingungan birokrasi, tumpang tindih perintah, maupun kekosongan pengawasan dapat diminimalkan sejak awal.
Ia menyampaikan bahwa dalam waktu dekat TNI AU akan menerima berbagai alutsista baru.
Baca Juga: Tiga Prajurit Gugur dalam Penanganan Bencana di Sumbar, Panglima TNI Beri Santunan
“Untuk menjaga kesiapan operasionalnya, perlu dipertimbangkan pembentukan satuan pemeliharaan yang ditempatkan lebih dekat dengan satuan operasi, sehingga dukungan pemeliharaan dapat berlangsung lebih cepat dan efektif,” ujarnya dikutip dari Penerangan TNI AU, Selasa (2/12).
Di sisi lain, kesiapan sistem informasi TNI AU juga menjadi perhatian penting. Pada Rapim TNI AU 2025, Kepala Staf Angkatan Udara menekankan optimalisasi pemanfaatan sistem informasi, mulai dari penggunaan tanda tangan elektronik, email dinas, dan cloud computing, hingga pengembangan penerapan kecerdasan buatan (AI).
Seluruh upaya tersebut telah mulai dijalankan secara bertahap dan akan terus dikembangkan sesuai kebutuhan organisasi. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































