AS Bidik Kerja Sama Infrastruktur Maritim dengan Indonesia, Ini Detailnya

Jakarta, IDM – Delegasi Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) menyambangi Museum Pusat TNI AL untuk menjajaki penguatan kemitraan strategis di bidang kemaritiman. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari misi dagang teknologi dan keamanan maritim Amerika Serikat (US Maritime Technology and Security Trade Mission).
Asisten Teritorial (Aster) Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) V Kolonel (Mar) Muharam Ahmad Fauzi menyambut langsung rombongan tersebut di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (29/4). Kehadiran delegasi ini bertujuan memperdalam kolaborasi pertahanan dan infrastruktur laut antara kedua negara.
Baca Juga: Tradisi “Wing Day”, Tiga Perwira Terima Brevet Tanda Resmi jadi Penerbang TNI AL
Sokong Teknologi Modern dan Keamanan Laut
Konsul Jenderal AS di Surabaya, Chris Green, memimpin rombongan diplomat tersebut bersama jajaran militer dan agensi pembangunan AS. Dalam kunjungannya, Green menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kapabilitas maritim Indonesia.
"Kunjungan ini menjadi wujud nyata penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dan AS, khususnya pada sektor kemaritiman. Kami siap mendukung kerja sama strategis yang berorientasi pada peningkatan keamanan laut, pembangunan infrastruktur, serta pengembangan teknologi modern," ujar Green, dikutip dari keterangan Dispen Kodaeral V, Kamis (30/4).
Green menambahkan, kemitraan ini juga menyasar pada pembaruan fasilitas dan perangkat keamanan terkini guna memastikan stabilitas di kawasan tetap terjaga.
Baca Juga: Pertahanan Semesta di Tengah Ancaman Modern: Urgensi Keterlibatan Seluruh Rakyat
Komitmen Jaga Stabilitas Kawasan
TNI AL merespons positif tawaran kolaborasi tersebut sebagai bagian dari upaya modernisasi kekuatan maritim nasional. Muharam, yang hadir mewakili Komandan Kodaeral V Laksda Ali Triswanto, menyebut pertemuan ini sebagai momen krusial bagi kemajuan sektor maritim.
"Kunjungan ini merupakan implementasi komitmen kedua negara dalam memperdalam kemitraan strategis. Fokus utama kami mencakup aspek keamanan maritim, infrastruktur, hingga pengembangan teknologi terkini untuk menjaga stabilitas di kawasan," tutur Muharam.
Muharam berharap sinergi yang terjalin semakin erat sehingga mampu memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan sektor maritim Indonesia dan AS ke depan.
Tinjau Sejarah Bahari RI
Selain berdiskusi mengenai teknologi, delegasi yang didampingi Wakil Kepala Grup Militer AS (USMG) Letkol Brendan Kruse dan Manajer Wilayah Indo-Pasifik dari Agensi Perdagangan dan Pembangunan AS (USTDA) Anna Pitzer ini juga berkeliling museum. Mereka meninjau berbagai koleksi sejarah serta fasilitas yang ada di Museum Pusat TNI AL.
Pertemuan ini diakhiri dengan sesi diskusi mendalam mengenai potensi integrasi teknologi keamanan pada infrastruktur pelabuhan dan armada laut. Langkah ini diharapkan memperkokoh posisi kedua negara dalam menghadapi tantangan maritim global. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































