HANKAM

Armada Rusia Kunjungi Jakarta, Dubes: Upaya Pererat Hubungan Bilateral

Kapal korvet Gromky
Kapal korvet Gromky-335, kapal selam Petropavlovsk Kamchatsky B-274 dan kapal tunda Andrey Stepanov bersandar di dermaga IKT ex-Presiden, Tanjung Priuk, (IDM/Bunga Permata)

Jakarta, IDM – Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov menyatakan bahwa kedatangan gugus tugas Angkatan Laut Rusia (Russian Federation Navy/RFN) di Jakarta merupakan agenda rutin sekaligus sebagai upaya mempererat hubungan bilateral dengan Indonesia.

Ia menuturkan, Angkatan Laut Rusia dan Indonesia telah menjalin hubungan yang erat selama lebih dari 60 tahun. Rusia, imbuhnya, telah mengirimkan banyak armada termasuk kapal perang, kapal selam, dan pesawat tempur ke Indonesia untuk membantu mempertahankan kemerdekaan.

Baca Juga: KSAL Sebut Kedatangan Armada Rusia ke Jakarta untuk Latihan Bersama

"Ini merupakan kelanjutan dari kerja sama bilateral kita. Ini adalah contoh nyata bagaimana persahabatan dapat terjalin antara dua negara dan kerja sama di bidang militer," imbuhnya di dermaga IKT ex-Presiden, Tanjung Priuk, Selasa (31/3).

kapal selam Petropavlovsk Kamchatsky B-274
Kapal selam Petropavlovsk Kamchatsky B-274. (IDM/Bunga Permata)

Ia pun menekankan, kunjungan ini bukan bertujuan untuk menciptakan ancaman apa pun bagi negara tetangga Indonesia. Melainkan sebagai simbol kesiapan Moskow dalam meningkatkan kerja sama dengan Indonesia termasuk menggelar latihan bersama dan bertukar pengalaman militer.

Gugus tugas Armada Pasifik RFN ini turut meluncurkan kegiatan open ship bagi publik pada hari ini pukul 10.00–16.00 WIB, dengan pendaftaran terlebih dahulu. "Tugas lain dari kunjungan ini adalah untuk menunjukkan kepada Angkatan Laut Indonesia dan warga negara Indonesia contoh nyata peralatan militer dan kapal perang kita yang sangat modern," katanya.

Baca Juga: Kemhan Teken Kontrak 12 Pesawat PC-24, Dukung Pelatihan Penerbang Angkut TNI AU

Adapun, armada yang bersandar di Jakarta sejak Minggu (29/3) itu mencakup tiga unsur kekuatan utama, yakni kapal korvet Gromky-335, kapal selam Petropavlovsk Kamchatsky B-274, serta kapal tunda Andrey Stepanov.

Selama berada di Jakarta, para kru telah melakukan courtesy call dengan jajaran TNI AL, city tour, deck reception di atas kapal perang serta dijadwalkan untuk melakukan olahraga bersama dengan prajurit Jalasena Kodaeral III. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.