HANKAM

Armada Jaya 2024, Komando Tugas Gabungan Amfibi Gelar Perencanaan Operasi Pendaratan

Pangkoarmada II Laksamana Muda Ariantyo Condrowibowo
Pangkoarmada II Laksamana Muda Ariantyo Condrowibowo meninjau posko Kogasgabfib di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (7/8). (Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Jakarta, IDM – Komando Tugas Gabungan Amfibi (Kogasgabfib) menggelar rapat perencanaan dan penyampaian perintah persiapan dalam rangka latihan Armada Jaya 2024 di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (7/8).

Pada kesempatan tersebut, Pangkoarmada II Laksamana Muda Ariantyo Condrowibowo selaku Panglima Kogasgabfib meninjau secara langsung posko komando tugas gabungan amfibi dan menerima paparan cara bertindak.

"Agenda yang dibahas dalam rapat perencanaan meliputi sasaran pasukan pendarat, tumpuan pantai, dan daerah pendaratan," ungkap Kadispen Koarmada II Kolonel Laut (P) Widyo Sasongko dalam keterangannya, Kamis (8/8).

Baca Juga: Momen Pangkostrad Berpamitan dengan Prajurit Divif 3 Kostrad

Kemudian, Widyo juga menjelaskan dalam penyampaian prinsip kepada para komandan jajaran di bawah Kogasgabfib bertujuan agar dapat dijadikan acuan menyusun perencanaan operasi, khususnya pada proses analisa cara bertindak.

Latihan Armada Jaya 2024 akan dilaksanakan secara tatap muka maupun daring yang berlangsung 5-15 Agustus secara geladi posko, yakni salah satu metode latihan taktis tanpa pasukan yang fokus pada proses perencanaan militer, dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi informasi. Penyelenggara dan pelaku latihan hanya berinteraksi melalui jaringan internet dan video conference.

Pangkoarmada II Laksamana Muda Ariantyo Condrowibowo
(Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Materi yang dikembangkan dalam latihan Armada Jaya 2024 meliputi proses pengambilan keputusan militer (PPKM) dengan uji rencana operasi menggunakan tactical floor game (TFG).

Baca Juga: Tugu Pepera, Simbol Kecintaan Masyarakat Papua Terhadap NKRI

Adapun dalam latihan puncak TNI AL ke-42 ini fokus pada taktik operasi di bagian utara wilayah Indonesia barat dan timur. Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengungkapkan pihaknya sangat mewaspadai sejumlah potensi di perairan wilayah timur, khususnya Papua.

"Bagi kami timur paling penting sebenarnya, (terutama) masalah Papua, ya. Kami utamakan jangan sampai ada masuknya selundupan senjata ke Papua, itu yang kami perketat sekarang, terutama dari laut," kata Ali di Jakarta, Selasa (6/8).

Terpisah, Pangkoarmada RI Laksamana Madya Denih Hendrata, mengungkapkan fokus daerah latihan di Indonesia timur juga sebagai bentuk waspada terhadap kemungkinan penyelundupan senjata yang akan digunakan untuk memperkuat kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Baca Juga: TNI AD Rehab Markas Koramil dan Rumah Sakit Militer

"(Dalam geladi posko) kami sendiri yang membuat skenario bagaimana kapal-kapal perang kita atau jajaran di armada masing-masing mewaspadai semua kemungkinan yang mengarah kepada penguatan OPM di Papua," ungkap Denih.

Sementara untuk fokus latihan di wilayah Indonesia barat bagian utara untuk menegakkan kedaulatan, hukum, menguji doktrin operasi dan aturan dengan menyesuaikan peperangan modern saat ini, yakni mengembangkan pertahanan pantai serta peperangan operasi gabungan laut dan udara. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.