HANKAM

Antisipasi Karhutla di Riau, TNI AU Kerahkan Pesawat Casa NC-212i untuk Dukung Operasi TMC

Pesawat Casa NC-212i
Pesawat Casa NC-212i yang dikerahkan oleh TNI AU untuk mendukung operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Provinsi Riau. (Foto: Dok. tni-au.mil.id)

Jakarta, IDM - TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan satu unit pesawat jenis Casa NC-212i untuk mendukung pelaksanaan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Provinsi Riau yang rencananya akan berlangsung selama 20 hari, sejak 14 Juni hingga 3 Juli 2024.

Pesawat Casa dengan nomor ekor (tail number) A-2116 tersebut berasal dari Skadron Udara 4 Wing Udara 2, Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. Seperti pelaksanaan pada tahap pertama, opersi TMC tahap kedua ini kembali digelar untuk mengantisipasi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Baca Juga: Puspenerbal dan RSPAL Ramelan Gelar Latihan Evakuasi Medis Udara dengan Helikopter

Jelang pelaksanaan operasi, pesawat Casa CN-212i TNI AU terbang dari Malang menuju Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru pada Kamis (13/6) dengan Lettu Pnb Erwin bertindak sebagai pilot. “Selama pelaksanaan operasi TMC, pesawat akan bersiaga (stand by) di Lanud Roesmin Nurjadin sebagai posko Satgas Bagian Udara Operasi Pencegahan dan Penanganan Karhutla Provinsi Riau,” tulis TNI AU dikutip Jumat (14/6).

Pesawat Casa NC-212i
(Foto: Dok. tni-au.mil.id)

Komandan Lanud Roesmin Nurjadin yang sekaligus bertindak sebagai Wadansatgas IV pada Satgas Pengendalian Karhutla Provinsi Riau, Marsma TNI Feri Yunaldi mengatakan, pelaksanaan TMC merupakan salah satu upaya mitigasi yang dinilai masih sangat efektif dalam pencegahan Karhutla.

Baca Juga: Catatan Teror KKB Undius Kogoya di Paniai Selama 2 Bulan Terakhir

"Dari data yang kita punya, TMC masih yang paling efektif dalam upaya pencegahan Karhutla. Untuk itu, Satgas Pengendalian Karhutla Provinsi Riau meminta dukungan TMC kepada BNPB, yang kemudian didukung oleh pesawat Casa TNI AU dalam pelaksanaan operasinya di wilayah Provinsi Riau," jelas Feri.

Dalam pelaksanaan operasi TMC ini, TNI AU bersinergi dengan instansi dan lembaga lainnya seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memastikan lokasi awan yang bisa disemai dengan garam (NaCl). (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.