Antisipasi Eskalasi di Laut, Pangkoarmada RI Tekankan Penguasaan 'Sea Control' yang Efektif

Jakarta, IDM – Komando Armada (Koarmada) RI menggelar pertemuan strategis untuk memetakan langkah antisipasi terhadap dinamika keamanan laut yang kian kompleks. Fokus utama pembahasan kali ini menyasar pada kesiapan personel dan armada dalam menghadapi gangguan kapal asing.
Panglima Koarmada RI Laksamana Madya Denih Hendrata, mengumpulkan para komandan satuan dalam forum coffee morning di Markas Komando Koarmada RI, Jakarta, Rabu (15/4). Diskusi ini bertujuan menyamakan persepsi jajaran matra laut terkait potensi konflik di wilayah perairan nasional.
Denih menekankan pentingnya penguasaan laut atau sea control yang efektif. Sebagai negara pantai (coastal state), Indonesia dituntut mampu mengelola stabilitas keamanan dengan cara yang terukur dan profesional.
Baca Juga: TNI AL Bakal Tembakkan Rudal Exocet hingga C-705 di Latihan Operasi Laut Gabungan 2026
"Forum ini menjadi wadah untuk merumuskan langkah konkret yang bisa diaplikasikan di lapangan. Kita harus memastikan kesiapan operasional berada pada level optimal, baik dari sisi hukum maupun diplomasi," ujar Denih.
Menurutnya, setiap eskalasi yang melibatkan kapal asing di wilayah yurisdiksi Indonesia harus ditangani sesuai hukum internasional. Ia menginginkan hasil diskusi ini menjadi bahan pertimbangan kuat dalam pengambilan kebijakan dan pengembangan doktrin tempur.
"Kita perlu mempertajam analisis untuk merumuskan langkah antisipatif terhadap ancaman yang ada. Hasilnya nanti harus menjadi panduan nyata bagi seluruh satuan operasi," tambahnya.
Baca Juga: Membanggakan! 3 Prajurit TNI AL Terima Tanda Jasa Kehormatan dari Militer Filipina
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pakar seperti Laksamana Muda (Purn) Kresno Buntoro hingga Kepala Dinas Hukum Angkatan Laut (Kadiskumal) Laksamana Pertama Ali Ridho. Kehadiran para ahli hukum laut ini bertujuan memastikan setiap langkah TNI AL memiliki dasar legalitas yang kuat di mata dunia.
Melalui koordinasi ini, Koarmada RI berkomitmen meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi pergeseran geopolitik global. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas maritim sekaligus melindungi kepentingan nasional di laut. (at)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































