HANKAM

Antisipasi Dampak Perang Iran vs AS, Bakamla Bikin Kajian dan Bentuk Pokja

Bakamla RI
Bakamla RI membuat kajian guna mengantisipasi dampak perang antara Iran dan Amerika Serikat (AS)-Israel. (Foto: Dok. Bakamla RI)

Jakarta, IDM – Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI membuat kajian guna mengantisipasi dampak perang antara Iran dan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap stabilitas keamanan laut nasional.

Bakamla menyusun kajian strategis yang diawali dengan penyusunan tim kelompok kerja (pokja), identifikasi masalah, formulasi kajian, dan diharmonisasikan melalui serangkaian rapat antarkementerian serta lembaga kemaritiman yang memiliki satuan tugas patroli di laut.

Baca Juga: Dankodiklatad Sebut Persit Berperan Strategis Mendukung Ketahanan Keluarga Prajurit

Penyusunan kajian itu dilaksanakan pada 14 April dan 21 April 2026 dari Mabes Bakamla RI, Jakarta Pusat, secara hybrid, melibatkan seluruh instansi terkait pada forum keamanan, keselamatan dan penegakan hukum (KKPH) di wilayah perairan dan yurisdiksi Indonesia.

“Konflik yang awalnya bersifat shadow war kini telah berkembang menjadi konfrontasi terbuka dengan potensi dampak sistemik terhadap stabilitas global, regional, dan nasional, khususnya pada sektor maritim,” tulis siaran pers Humas Bakamla, dikutip Selasa (28/4).

Dalam rapat yang dipimpin oleh Deputi Kebijakan dan Strategi Bakamla RI tersebut, dibahas sejumlah isu strategis, antara lain potensi terganggunya jalur pelayaran internasional akibat ketidakstabilan di kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz, yang merupakan chokepoint vital perdagangan dunia. Hal tersebut dapat berdampak pada keamanan nasional Indonesia.

Baca Juga: Menhan Sjafrie Ingin Industri Pertahanan Nasional Punya Mentalitas Produsen

Kajian strategis ini nantinya akan menjadi dasar pengambilan kebijakan nasional dalam menghadapi berbagai skenario eskalasi dampak konflik.

“Sekaligus memastikan kesiapsiagaan seluruh instansi maritim sesuai tugas peran dan fungsinya dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perairan serta yurisdiksi Indonesia,” tulis siaran pers tersebut. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.