HANKAM

Antisipasi Ancaman Geopolitik, TNI AL Sisir Perairan Kalbar Kawal Objek Vital

Kapal patroli KRI Siribua-859
Kapal patroli KRI Siribua-859 menyusuri perairan Kalimantan Barat saat melaksanakan operasi pengamanan objek vital nasional, Senin (9/3). (Foto: Dok. Kodaeral XII)

Jakarta, IDM – Dinamika geopolitik global membuat TNI AL meningkatkan kewaspadaan wilayah. Pasukan matra laut menerjunkan armada kapal perang untuk menyisir perairan Kalimantan Barat sekaligus menjaga objek vital nasional yang ada di sana.

Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) XII menugaskan KRI Siribua-859 pada Senin (9/3). Unsur dari satuan kapal patroli (Satrol) ini bergerak menyusuri wilayah laut dalam misi operasi Garuda Jaya-26.

Komandan Kodaeral XII Laksda Sawa, menjelaskan tujuan pergerakan kapal perang tersebut. Ia menegaskan TNI AL turun langsung memastikan hajat hidup masyarakat banyak tetap aman dari ancaman.

"Kami mengerahkan unsur KRI Siribua untuk melaksanakan patroli laut dan penegakan hukum. Pasukan juga mengawal langsung objek vital nasional yang memiliki peran sangat penting bagi kepentingan masyarakat," ujar Sawa, dikutip dari keterangan Dispen Kodaeral XII, Selasa (10/3).

Baca Juga: Dari Kopassus ke Bintang Tiga, Lucky Avianto Dipercaya Pimpin Pertahanan Indonesia Timur

Sebagai informasi, objek vital nasional di perairan mencakup fasilitas bernilai tinggi bagi negara. Fasilitas ini meliputi kilang minyak lepas pantai, instalasi kabel bawah laut, hingga pelabuhan strategis.

Sawa mengatakan, Kodaeral XII berkomitmen menggelar patroli laut ini secara berkelanjutan.

"Prajurit TNI AL terus memantau perairan untuk mengantisipasi setiap ancaman yang mencoba mengganggu kedaulatan wilayah maritim Indonesia," katanya.

Baca Juga: Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Tanam 2.000 Pohon Mangrove di Sepanjang Pantai Oepoli

Konteks Status Siaga 1 TNI

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto sebelumnya memang mengeluarkan perintah Siaga tingkat 1 bagi seluruh jajaran TNI. Langkah ini untuk mengantisipasi dampak eskalasi konflik global, khususnya di Timur Tengah.

Asisten Operasi Panglima TNI Letjen Bobby Rinal Makmun meneken perintah tersebut melalui telegram resmi pada 1 Maret 2026. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Aulia Dwi Nasrullah membenarkan turunnya instruksi tingkat tinggi itu.

Lewat telegram tersebut, Agus menginstruksikan seluruh komando utama menyiapkan personel dan alutsista. Pasukan wajib menggelar patroli keamanan di objek vital strategis dan pusat perekonomian, mulai dari bandara, pelabuhan, hingga fasilitas kelistrikan.

Baca Juga: Koops Habema Bertransformasi jadi Koops TNI Papua, Dipimpin Mayjen Ahmad Fikri

Aulia mengingatkan, undang-undang menugaskan TNI melindungi segenap bangsa dari berbagai potensi ancaman.

"TNI senantiasa memelihara kemampuan dan kekuatan agar selalu siap operasional. Kami siap siaga mengantisipasi perkembangan di lingkungan strategis internasional, regional, maupun nasional," tegas Aulia, akhir pekan lalu.

Oleh karena itu, seluruh pimpinan militer rutin memeriksa kesiapan pasukan. Mereka memastikan negara selalu aman di tengah situasi dunia yang serba tidak pasti. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.