Anoa 3, Ranpur Baru Indonesia, Bisa Tahan Ranjau dan Peluru

Jakarta, IDM – Di perhelatan Indo Defence beberapa waktu lalu, PT Pindad resmi menampilkan Anoa 3 APC 6x6 hasil desain mandiri anak bangsa. Ranpur ini bisa menahan ranjau dan peluru hingga standardization agreement (stanag) level 4.
Berdasarkan pantauan Indonesia Defense Magazine, desain baru ini terlihat lebih modern dan berstandar internasional. Ranpur ditampilkan dalam bentuk prototipe, dan siap menuju tahap penyempurnaan dan produksi.
Dalam produksinya ranpur ini telah banyak terjun ke berbagai misi perdamaian PBB di negara-negara seperti Lebanon, Sudan, hingga Afrika Tengah. Selain itu juga sudah diproduksi beberapa varian berbeda diantaranya Anoa 6x6 Mortar, Anoa 6x6 Command, Anoa 6x6 Amphibious, Anoa 6x6 Ambulance, Anoa 6x6 APC dan Anoa 6x6 Logistics.

Baca Juga: Mengenal Pesawat Terbang Tanpa Awak Inovasi Pussenarmed TNI AD
Spesifikasi Anoa 3
- Lebih besar dan lebih kuat dari Anoa 2
- Mesin diesel 400 HP dengan transmisi otomatis
- Tahan ranjau & peluru hingga stanag level 4. Persenjataan: Senapan mesin 12,7 mm RCWS + Thermal Camera
- Fitur: Battle Management System, electric winch, dan radio militer. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































