HANKAM

Angkatan Udara Prancis Akhiri Misi Pegase 2023 di Indonesia

Pesawat tempur Rafale
Pesawat tempur Rafale milik Angkatan Udara Prancis yang usai melaksanakan misi Pegase 2023 di Jakarta. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM - Enam pesawat Angkatan Udara Prancis (FASF – French Air and Space Force) lepas landas dari Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Selasa (1/8).

Hal ini menandai berakhirnya Misi Pegase 2023 di Indonesia yang telah berlangsung sejak Senin (24/7) lalu.

Keenam pesawat tersebut terdiri dari 2 pesawat tempur Rafale, 1 pesawat tanker A-330 MRTT dan 3 pesawat angkut militer A-400 M. Sebelum menuju Prancis, pesawat-pesawat tersebut dijadwalkan untuk singgah di Qatar dan India terlebih dahulu.

Baca Juga: Perkuat Kerja Sama Industri Pertahanan, Prabowo Menerima Kunjungan Menteri Pertahanan Arab Saudi

Melansir keterangan Dispenau yang diterima redaksi IDM, Selasa (1/8) dalam misi Pegase di Indonesia tahun ini, Angkatan Udara Perancis secara keseluruhan mendatangkan 6 pesawat tempur Rafale, 4 pesawat angkut A-400M, 3 pesawat tanker A-330 MRTT serta membawa 295 personel.

Pesawat tempur Rafale
Pesawat angkut A-400M milik Angkatan Udara Prancis yang usai melaksanakan misi Pegase 2023 di Jakarta. (Foto: Dok. Dispenau)

Pada dasarnya, pelaksanaan misi Pegase diharapkan dapat meningkatkan hubungan bilateral di antara angkatan udara kedua negara. Selain itu, pada kesempatan yang sama, momen ini dimanfaatkan guna memperdalam kerja sama TNI AU dan FASF dalam menjaga stabilitas keamanan di kawasan.

Baca Juga: Puluhan Siswa Sekbang TNI Jalani Tradisi Penyerahan Brevet Penerbang

Yang menarik dari pelaksanaan misi Pegase ini adalah kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk melihat langsung model pesawat tempur Rafale dan pesawat angkut A-400M yang kelak akan menjadi kekuatan baru bagi TNI Angkatan Udara (TNI AU).

Kementerian Pertahanan (Kemhan) diketahui telah menandatangani kontrak pembelian A-400M pada November 2021 dan pesawat tempur Rafale pada Februari 2022.

Hal tersebut sekaligus menjadi wujud nyata atas komitmen Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo yang bertekad untuk memperkokoh kekuatan udara Indonesia dan memberikan alat utama system persenjataan (alutsista) terbaik untuk TNI AU. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.