Angkatan Darat Kanada Kunjungi Markas Kopassus, Bahas Latma dan Pendidikan

Jakarta, IDM - Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayjen TNI Iwan Setiawan menerima kunjungan kehormatan Major General Steve Boivin Comander Canadian Special Operations Command, di Gedung Flamboyan, Markas Kopassus Cijantung, Jakarta, Kamis (19/1).
Dikutip keterangan resminya Penkopassus, Jumat, (20/1) Iwan mengatakan kunjungan ini untuk mempererat hubungan diplomasi militer dan melihat posibilitas adanya kemungkinan kerja sama militer.
"Saya melihat adanya hubungan kerja sama yang dapat dilaksanakan dan masih banyak yang dapat dikembangkan dalam berbagai kegiatan guna meningkatkan hubungan," kata Iwan.
Ia menjelaskan sejak tahun 2011 telah beberapa kali telah dijalin kerja sama diantaranya pada bidang pendidikan yaitu dengan mengirimkan Perwira Kopassus ke Kanada.
Baca: Evakuasi Trailer di Tengah Jalan, Babinsa Sampai Rela Gadai Motor, Ini Kisahnya
"Pada tahun 2011 mengirimkan dua orang Perwira dan terakhir pada tahun 2022 lalu mengirimkan satu Perwira Kopassus, Lettu Inf Sihol," terang Iwan.
Selain Pendidikan LN, kata Iwan Kopassus juga sering melakukan kegiatan Latihan bersama (Latma) dengan Kanada termasuk beberapa negara sahabat seperti Singapura, China, Brunai Darussalam, Scotlandia. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































