Angkatan Bersenjata ASEAN dan Delapan Negara Mitra akan Gelar “Exercise Trident Resolve” di Banten September 2026

Jakarta, IDM – Angkatan Bersenjata se-Asia Tenggara atau ASEAN bersama delapan negara mitra akan menggelar latihan gabungan bertajuk Exercise Trident Resolve pada tahun ini.
Rencana latihan gabungan itu dibahas dalam middle planning conference (MPC) untuk kegiatan ADMM-Plus Experts Working Group Combined FTX ‘Exercise Trident Resolve’ di Banten, Selasa (27/1). Direktur Kesehatan Direktorat Jenderal Kekuatan Pertahanan (Dirkes Ditjen Kuathan) Kementerian Pertahanan RI Marsma TNI dr. Mukti Arja Berlian membuka MPC tersebut.
Dalam sambutannya, Marsma dr Mukti menekankan bahwa Exercise Trident Resolve dirancang dengan skenario bencana kompleks berskala besar, mulai dari gempa bumi, erupsi Gunung Krakatau, hingga tsunami.
Baca Juga: TNI AL Datangi Warga Talaud, Janji Tindak Tegas Prajurit Bermasalah
Kondisi ini menuntut kesiapan bantuan internasional dan interoperabilitas yang tinggi antar Angkatan Bersenjata ASEAN dan delapan negara mitra wicara, yakni Amerika Serikat, Australia, Cina, India, Jepang, Korea Selatan, Selandia Baru, dan Rusia.

“Latihan gabungan ini merupakan tonggak penting bagi kerja sama pertahanan ADMM-Plus. Kita menyatukan berbagai keahlian dalam satu kerangka kerja yang realistis untuk membangun kepercayaan (confidence building measures) dan kapasitas teknis di lapangan,” ujar Mukti, dikutip dari siaran pers Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI, Rabu (28/1).
Latihan akan mengintegrasikan tiga kelompok kerja ahli, yaitu kedokteran militer (military medicine), bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana (HADR), serta keamanan siber (cyber security).
Baca Juga: KRI Dewaruci Angkat Jangkar dari Surabaya, Pindah Markas ke Koarmada I
Latihan akan dilaksanakan di Banten pada September 2026.
Rencananya, kelompok kerja ahli kedokteran militer yang diketuai bersama Indonesia dan AS juga akan melaksanakan kegiatan bakti kesehatan, project-based community medical development (PCMD) dan medical aid provision (MAP) yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di Provinsi Banten.
“Integrasi antara pemerintah daerah, TNI, dan mitra internasional dalam latihan ini diharapkan menjadi model penanggulangan bencana pada masa depan,” tulis Biro Infohan Kemhan RI. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































