Anggaran 2026 Capai Rp187 Triliun, Menhan: Untuk Kepentingan Pembangunan Kekuatan TNI

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyebut Komisi I DPR RI telah menyetujui anggaran Kemhan dan TNI pada tahun 2026 sekitar Rp187 triliun.
Hal itu diungkapkan Menhan usai melakukan rapat bersama Komisi I, di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (16/9).
Rapat juga diikuti pimpinan tiga matra TNI, yakni Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Maruli Simanjuntak, Kepala Staf TNI AU (KSAU), Marsekal TNI M Tonny Harjono, dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Muhammad Ali.
Maka, lanjut Sjafrie, ke depan TNI harus memenuhi target Trisula Perisai Nusantara agar ketiga angkatan AU, AD, AL, bisa solid bersama-sama menjaga kedaulatan negara persatuan RI.
Baca Juga: Latihan Armada Jaya ke-43: TNI AL Uji Doktrin dan Rencana Operasi Gabungan di Surabaya
“Saya didampingi Panglima TNI dan juga para kepala staf angkatan baru saja menyampaikan proposal akhir dari anggaran Kemhan dan TNI tahun 2026 yang sudah disetujui oleh Komisi I untuk dibawa ke Badan Anggaran, sejumlah Rp187 triliun 100 miliar,” tutur Sjafrie di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (16/9).
Sjafrie menegaskan anggaran tersebut akan dipergunakan untuk kepentingan pembangunan kekuatan TNI hingga membayar gaji pegawai.
“Kemudian juga untuk kita gunakan dalam rangka kewaspadaan nasional kita terhadap situasi yang berkembang dari waktu ke waktu yang kita ketahui bersama situasi global akan berpengaruh kepada regional, dan kita mengantisipasi berpengaruh pada nasional,” tegasnya.
Baca Juga: HUT ke-80 TNI: Angkatan Laut Siapkan 50 KRI, 25 Pesawat, dan Demo Pasukan Khusus di Teluk Jakarta
Sjafrie menyebut harga kedaulatan tidak bisa dibandingkan dengan anggaran yang diterima Kemhan.
Sehingga, Sjafrie mengusulkan kepada DPR melalui Komisi I supaya terus memperhatikan keperluan anggaran yang diperlukan oleh pemerintah dalam rangka menjaga kedaulatan Tanah Air.
“Itu yang saya sampaikan, dan ini sudah bisa menjadi kesimpulan. Bersama-sama kita tunggu bagaimana tindak lanjut dari Banggar,” tandasnya.
Sebelumnya, Komisi I DPR RI menyetujui rencana anggaran pertahanan untuk Tahun Anggaran 2026.
Baca Juga: TNI Bantah Ada Penembakan Brutal Terhadap Pelajar di Yalimo
Hal itu terungkap dalam rapat kerja tertutup Komisi I DPR beserta Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (1/9).
“Pagi hari ini tadi kita melaksanakan rapat kerja antara pemerintah, Kemhan dan TNI, dengan DPR, pada intinya kami menyampaikan rencana anggaran di tahun 2026” ungkap Donny.
“Alhamdulilah dari DPR telah menyetujui rencana anggaran kita di tahun 2026,” terang Donny.
Donny mengaku Kemhan mendapatkan anggaran yang cukup pada tahun 2026. (ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































