HANKAM

Andal di Selat Dangkal, Sonar FLASH Cocok Buat Helikopter Antikapal Selam TNI AL

helikopter
Ilustrasi helikopter NH90 Angkatan Laut Prancis menurunkan sonar Flash ke laut. (Foto: Dok. Marine Nationale)

Toulon, IDM – Karakter perairan Indonesia yang dipenuhi selat sempit dan laut dangkal menjadi tantangan tersendiri untuk melacak pergerakan kapal selam. Pengoperasian sonar celup (dipping sonar) FLASH (Folding Light Acoustic System for Helicopters) dinilai menjadi jawaban tepat untuk menutup celah keamanan bawah air di kawasan kepulauan.

Penasihat Operasional Sistem Bawah Air dari Thales Group, Olivier Ageorges, mengungkapkan keunggulan teknis sonar celup FLASH saat menghadapi rumitnya kondisi laut Indonesia. Perangkat ini dirancang khusus dengan pancaran gelombang frekuensi rendah yang sanggup menembus dinamika suhu dan kedalaman air di kawasan selat.

"Perairan Indonesia itu sangat kompleks, ada selat, laut dangkal, sampai palung yang dalam. Sonar FLASH ini kami rancang untuk memperluas jangkauan deteksi, jadi sangat efektif melacak sasaran di perairan kepulauan seperti Indonesia," kata Olivier saat ditemui Indonesia Defense Magazine, di sela tur Euronaval, Toulon, Prancis, Rabu (7/10).

Baca Juga: 269 Prajurit Taruna Matra Udara Tuntaskan Pendidikan Integratif Tahap I

Olivier menceritakan, keberadaan kapal selam yang kerap bersembunyi di balik lekukan dasar laut dangkal atau area bising lalu lintas kapal permukaan sering membuat sonar biasa terkecoh. Perangkat FLASH hadir menepis kendala tersebut lewat akurasi tangkapan sinyal pantulannya.

"Di kawasan selat yang lalu lintas kapalnya padat dan bising, sonar biasa sering kesulitan mendeteksi. Nah, sonar FLASH ini punya kemampuan menyaring suara bising itu, jadi penerbang helikopter bisa mengunci posisi kapal selam lebih cepat," ujar Olivier.

Ia menambahkan, jangkauan deteksi gelombang suara yang lebih jauh memberikan ruang gerak yang lebih aman bagi helikopter saat menjalankan misi. Penerbang bisa mendeteksi ancaman dari jarak yang cukup jauh sebelum posisi helikopter terendus oleh lawan.

"Jangkauan yang luas ini memberi keuntungan waktu bagi kru di udara. Mereka bisa memetakan posisi kapal selam musuh dari jarak aman tanpa harus terlalu dekat dengan titik sasaran," tutur Olivier.

Baca Juga: Tak Cukup Panther, TNI AL Butuh Helikopter Berat Sekelas NH90

Kemampuan mendeteksi sasaran di selat-selat strategis ini memerlukan dukungan armada udara yang pas. Helikopter AS565 MBe Panther yang dipakai TNI AL saat ini belum bisa dipasangi sonar celup FLASH karena keterbatasan ruang angkut. Ukuran fisik sonar celup kelas berat ini menuntut pengoperasian helikopter sekelas NH90 agar mampu bekerja optimal di lapangan.

Kajian mengenai keunggulan sonar celup FLASH ini klop dengan peninjauan alutsista yang gencar dilakukan pimpinan TNI AL ke Eropa. Saat mengunjungi fasilitas industri pertahanan di Italia hingga pameran Paris Air Show, delegasi TNI AL sempat meninjau langsung helikopter NH90 NFH (NATO Frigate Helicopter) yang memang dipasangi paket sonar celup FLASH Mk1.

Di sisi lain, dalam paparan teknologi sonar Thales di Toulon, Prancis, Jumat (9/10) pagi, Thales juga membeberkan teknologi penggabungan data (data-fusion) Bluetracker. Sistem ini menghubungkan sinyal dari sonar celup FLASH, sonar kapal perang, dan pelampung SonoFlash secara bersamaan untuk mempercepat penguncian lokasi kapal selam siluman di perairan kepulauan.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.